Skip to content
7 November 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Menembus Tabir Sejarah: Haul Akbar Mbah Nini Jasmani dan Napak Tilas Peradaban Leluhur di Pakijangan Brebes
  • Brebes
  • Budaya
  • Cirebon
  • Gubernur Jawa Barat
  • Gubernur Jawa Tengah
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Presiden RI
  • Sejarah

Menembus Tabir Sejarah: Haul Akbar Mbah Nini Jasmani dan Napak Tilas Peradaban Leluhur di Pakijangan Brebes

lidikkrimsus 6 Juli 2025

BREBES,Lidikkrimsus.co.id — Menjaga ingatan kolektif agar tidak kepaten obor (kehilangan arah penerangan sejarah) adalah sebuah ikhtiar batin untuk merawat peradaban.

Semangat inilah yang bergemuruh di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, tatkala ribuan warga memadati rangkaian acara Haul Akbar Mbah Nini Jasmani (Nini Syarifah binti Raden Syaid) yang diselenggarakan pada Sabtu malam, 5 Juli 2025.

​Dengan khidmat dan antusiasme tinggi, masyarakat setempat tumpah ruah dalam ritual kirab budaya dan ziarah akbar, menutup malam dengan lantunan tahlil serta tawasulan.

Agenda sakral ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari prinsip Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melgalkan Sejarah)—sebuah upaya membumikan kembali penghormatan kepada sang mbaurekso (pendiri desa).

​Genealogi Luhur dan Trah Kebangsawanan Nusantara
​Sosok Mbah Nini Jasmani atau Nini Syarifah Aljasmani bukanlah figur sembarangan.

Beliau adalah darah daging bangsawan agung Nusantara, yakni cucu dari Sunan Gunung Jati dari garis keturunan putrinya, Siti Syarifah, yang dipersunting oleh Sunan Kalijaga.

​Siti Syarifah sendiri dahulu diamanahkan untuk melanjutkan tatanan kepemimpinan Adipati Banyumas dari trah Galuh Purba, Galuh Timur, hingga Raja Galuh trah Padjadjaran. Dari sinilah lahir sang putri sulung, Raden Ayu Nini Syarifah Aljasmani binti Raden Syaid.

​Takdir membawanya bersanding dengan Ki Jaya Sampurna—seorang pemuda berbakat dari Banyuwangi (trah Blambangan) yang juga merupakan santri terkasihnya.

Selepas pernikahan suci tersebut, keduanya mendapat mandat besar untuk melakukan babat alas di kawasan tapal batas geopolitik antara Kerajaan Padjadjaran dan Kesultanan Mataram.

​Mbah Nini Jasmani ditugaskan membentang dari wilayah Kali Pamali (Cipamali) hingga ke Sungai Cisanggarung. Sementara sang suami, Ki Jaya Sampurna, mengemban tugas dari Kali Pamali hingga Rantansari (Desa Sumurpanggal), dengan pusat kedinasan berkedudukan di Desa Sidakaton, Tegal.

​Diplomasi Maritim, Maestro Seni, dan Asal-Usul “Pakijangan”
​Menetap di Desa Pakijangan, Mbah Nini Jasmani menunjukkan kecerdasan ekonomi yang luar biasa. Di era tersebut, beliau dikenal sebagai saudagar ekspor-impor perabotan berskala internasional.

Komoditas unggulannya, yakni wadah makanan keramik berupa piring, mangkuk, dan baskom khas era Dinasti Yuan/Tien dan Champa, diekspor hingga ke Tiongkok dan berbagai belahan dunia.

​Gaya ukiran keramik dan porselen eksklusif dari perusahaan dagang beliau begitu memukau hingga menembus ujung benua, dikenal luas berkat estetika “Paki” yang mewah. Dari sinilah muasal nama Desa Pakijangan tersemat—berasal dari istilah Shucai Tan (\text{蔬菜摊}) dalam dialek Dinasti Tien, yang disematkan oleh para bangsawan asing untuk memuji sang putri cantik cucu Sunan Gunung Jati sebagai Putri Shucai Tan (Penguasa Pasar/Pusat Perabotan Sayur).

​Keunggulan estetik ini tentu tidak berdiri sendiri. Menurut penuturan Panembahan Ratu III, Raja Caruban Nagari Keraton Pakungwati Kasepuhan Cirebon, produk-produk seni tradisional karya perusahaan Mbah Nini Jasmani mendapatkan sentuhan mahakarya ukir langsung dari saudara sepupunya, Pangeran Angkawijaya (Pangeran Losari). Pangeran Losari bukan hanya maestro pencipta Kereta Kencana Paksi Naga Liman, tetapi juga pencipta Tari Topeng tradisional beserta pahatan topengnya yang magis.

​Merawat Marwah di Tengah Badai Amnesia Sejarah
​Kendati memiliki akar sejarah yang begitu megah, keprihatinan mendalam disuarakan oleh para sesepuh. Panembahan Ratu III menegaskan bahwa banyak generasi muda di Desa Pakijangan dewasa ini yang hampir mengalami kepaten obor—buta terhadap akar identitas leluhurnya sendiri.

​Kondisi ini diidentifikasi sebagai dampak sistematis dari politik kolonial Belanda yang sengaja mengaburkan silsilah, ditambah terjangan penetrasi budaya asing yang mengikis kesadaran historis generasi penerus.

“Ini sangat miris untuk didengar,” tutur Sang Baginda Raja Caruban Nagari yang kini bersemayam di Desa Kaliwedi, Cirebon.
​Kendati demikian, secercah harapan besar menyala pada tahun 2025 ini. Pelaksanaan Haul Akbar dan Uri-Uri Budaya yang digerakkan oleh warga Desa Pakijangan dipandang sebagai momentum penebusan sejarah yang sakral.

​Sebagaimana ditegaskan oleh Raden Walinagari Brebes Trah Padjadjaran: “Tahun 2025 ini bagaikan anugerah bagi putra-putri wayah Padjadjaran, di mana masyarakat Desa Pakijangan akhirnya kembali menegakkan panji-panji budaya dan sejarah leluhurnya.
”
​Melalui perhelatan ini, Pakijangan tidak lagi sekadar nama di peta administratif, melainkan sebuah monumen hidup tentang keteguhan spiritual, diplomasi budaya, dan kejeniusan intelektual para leluhur Nusantara yang abadi melintasi zaman.

​Redaksi / Kontributor: Ki Ageng Jaka Bhuwana

jumlah pengunjung 1,605

Related Stories

Proyek Irigasi Rp238 Juta di Bulusari Disinyalir Melanggar UU KIP, Pondasi Diduga Hanya Ditanam Numpang
  • Brebes

Proyek Irigasi Rp238 Juta di Bulusari Disinyalir Melanggar UU KIP, Pondasi Diduga Hanya Ditanam Numpang

250 Ibu Hamil di Brebes Dapat Layanan USG dan Pemeriksaan Gratis dari RS Bhakti Asih
  • Brebes

250 Ibu Hamil di Brebes Dapat Layanan USG dan Pemeriksaan Gratis dari RS Bhakti Asih

Nelayan Brebes Menanti Perubahan, Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Tingkatkan Pendapatan
  • Brebes

Nelayan Brebes Menanti Perubahan, Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Tingkatkan Pendapatan