BREBES, LIDIK KRIMSUS — Banjir Bandang di Bumiayu pada Sabtu (8/11) menyisakan penderitaan Warga, paska peristiwa tersebut pada Minggu (9/11) sekitar pukul 17. 00 WIB Talud Penahan Tebing Pemukiman warga sungai Kalierang Ambruk, sehingga penghuni beberapa rumah terancam. Minggu ( 9/12/1/2025 ).

Talud yang di bangun sepanjang sekitar 20 meter tinggi 4 meter oleh Bina Marga sekitar Tahun 2023, kini menyisakan puing puing longsoran ke sungai Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.
Menurut M.Fajar Hidayat (33) warga Krajan 2. RT 06/02. Desa Kalierang,halaman rumahnya sekitar 3 meter berhadapan dengan Sungai Kalierang bersama warga lainnya yakni, Ismi Hanifah (40) dan Ulfi Fatimah (36).” Ketika terjadi banjir sungai Kalierang (8/11) talud di halaman rumahnya mengalami retak retak sepanjang 20 meter.namun pada Minggu (9/12) sekitar pukul 17.00 Wib talud penahan tebing Sungai Kalierang ambruk hanya tersisa halaman rumah sekitar satu meter.” Ungkap Fajar.
Adanya kejadian tersebut Fajar bersama warga lainnya mengharapkan perhatian serius dari Dinas Pengairan/ PSDA.” Kami mengharapkan Pemerintah Kabupaten Brebes, memperhatikan dan perbaikan talud yang ambrol, segera di bangun kembali atau penanganan darurat” Harap Fajar.
Plt.Kepala UPT PU Pengairan M.Fatoni ST. melalui Mantri Pengairan Abdurohim mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendapat laporan dari warga adanya talud penahan tebing pemukiman warga Sungai Kalierang Ambruk paska banjir bandang pada Sabtu (8/11) .” Insya Alloh nanti akan di cek ke lokasi atas informasi warga di Krajan 2. RT 06/02, bahwa talud penahan tebing pemukiman warga sungai Kalierang ambruk.” Ujarnya.
Di ungkapkan Abdurohim, tragedi banjir bandang di Bumiayu ada beberapa titik talud penahan tebing Sungai, baik Sungai Keruh dan Sungai Kalierang mengalami talud ambruk dan lonsong.
” Seperti Barat jembatan sungai Kalierang pesantren kanan kiri juga Talud nya ambruk dan Talud penahan tebing pemukiman warga Sungai Keruh Barat SMP Negeri Bumiayu juga ambruk dan Utara Jembatan Kalierang Jalan Lingkar Bumiayu beberapa rumah terancam.” Ungkap Abdurohim.
Dampak Banjir Bandang banyak kerusakan fisik di bantaran Sungai Kalierang, terutama di sekitar Cucian Albara hingga sampai Jembatan Jalan Nasional di Bumiayu dan Sungai Keruh barat SMP Negeri Bumiayu, membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi dari pemerintah untuk mencegah bencana yang lebih besar.
Tim
