Nasional,Lidikkrimsua.co.id -Seorang anak kecil menangis di samping pusara ayahnya. Ayah yang dituduh mencuri seekor ayam kini pulang dalam diam, meninggalkan luka yang mungkin akan dikenangnya seumur hidup.
Di saat yang sama, mereka yang merampok uang rakyat hingga triliunan rupiah masih duduk nyaman di kursi empuk, tersenyum di depan kamera, menikmati hidup dengan segala kemewahan.
Hukum seharusnya berdiri tegak tanpa membedakan siapa pelakunya. Ketika rakyat kecil merasakan kerasnya keadilan, sementara pelaku korupsi berskala besar seolah tetap hidup nyaman, rasa keadilan masyarakat pun dipertanyakan.
Tangis seorang anak adalah pengingat bahwa setiap ketidakadilan meninggalkan luka, bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi generasi yang tumbuh menyaksikannya.
Negeri ini tidak kekurangan hukum. Yang sering dipersoalkan adalah apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang.
Red, Anton
