BREBES,Lidikkrimsus.co.id — Pagelaran Festival Bawang Merah 2026 di Alun-Alun Brebes menjadi ajang unjuk gigi bagi seniman lokal, Gus Bill.
Dalam festival tersebut, pelukis asal Brebes ini memamerkan karya lukisan bernuansa filosofis yang sukses menarik perhatian dan kekaguman para pengunjung.
Salah satu perhatian datang dari Ki Ageng Jaka Bhuwana. Ia menilai lukisan karya Gus Bill memiliki makna spiritual dan simbolis yang mendalam, terbagi ke dalam dua pesan utama dalam satu kanvas.
Pada bagian pertama, lukisan tersebut dinilai menggambarkan realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat setempat, khususnya mengenai makin langkanya keberadaan telur asin dari bebek pangon — yang selama ini menjadi ikon utama Kota Brebes.
“Mata hati yang melihat keadaan saat ini seolah hanya melihat kejayaan bawang merah. Telur asin yang menjadi ikon Brebes seakan mulai tergerus keadaan,” ujar Ki Ageng Jaka Bhuwana.
Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, telur asin khas Brebes diproduksi langsung dari telur bebek pangon lokal.
Namun saat ini, keberadaannya kian langka. Sebagian besar pasokan telur bebek untuk industri telur asin di Brebes kini didatangkan dari luar daerah, seperti Pasuruan, Jawa Timur.
“Makna dalam lukisan karya Gus Bill ini secara tidak sengaja mewujudkan kedalaman spiritual dan filosofi seni yang sangat menyentuh.
Lukisan dengan pesan dua sisi seperti ini sangat jarang diekspresikan oleh seniman lokal, sehingga patut mendapatkan apresiasi tinggi,” pungkasnya.
Red,
