Purbalingga,Jateng, Geology. Nusantara, Lidikkrimsus.co.id – Bagi masyarakat Bali, kombinasi warna hitam, putih, dan merah disebut sebagai Tri Datu.
Ketiganya melambangkan manifestasi kekuatan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) serta keseimbangan siklus kehidupan.Makna Spiritual Tri Datu:Merah (Dewa Brahma): Lambang penciptaan dan manifestasi kekuatan, energi, serta keberanian.Hitam (Dewa Wisnu): Lambang pemeliharaan sekaligus simbol kekuatan penenang dan kesabaran.Putih (Dewa Siwa): Lambang peleburan, kesucian, dan cahaya kebijaksanaan.

Masyarakat Bali biasanya merepresentasikan simbol ini melalui penggunaan Benang Tri Datu yang diikatkan di pergelangan tangan atau benda-benda sakral sebagai jimat perlindungan, keselamatan, dan pembawa keberuntungan.
Selain itu, kombinasi ini sering digunakan sebagai motif kain (kain poleng) di pura atau area suci.
Di sini kami menjabarkan terkait batuan panca warna Tri Datu yang sering kita temukan di aliran sungai pegunungan purba.
Contoh, di sungai selinga Klawing Purbalingga kerap ditemukan batuan nuansa pancawarna cirikan Klawing ( sungai Klawing )
Batuan bahan akik cirikan purbalingganan ini sering di sebut batu akik pancawarna, Naga sui, Tri Datu, dan Kalsedoni yang kerap kita jumpai di perajin / kerajinan bahan batu akik di Purbalingga dan sekitarnya.
