Blora,Lidikkrimsus.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan pemetaan terhadap sumur minyak rakyat di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk mendukung upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi minyak, Rabu.
Kegiatan tersebut dipimpin Kabagkerma Robinopsnal Bareskrim Polri Kombes Pol Bowo Gede Imantio bersama tim yang terdiri atas perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, Pertamina, Polda Jawa Tengah, serta Polres Blora.
Kabagkerma Robinopsnal Bareskrim Polri Kombes Pol Bowo Gede Imantio saat menyampaikan sambutan di Balai Desa Plantungan di Blora, Rabu, kunjungan tersebut bertujuan memperoleh data lapangan untuk memberikan gambaran kondisi produksi minyak rakyat.
“Jadi saat Pertamina membuat gambaran tentang peningkatan minyak yang ada, kami bersama tim lengkap datang ke sini untuk melihat keadaan yang ada,” ujarnya.
Di lokasi, tim melakukan pemetaan dan pengambilan dokumentasi pada sejumlah titik sumur minyak rakyat secara sampling sebagai bahan pendataan.
Proses pemetaan berlangsung sekitar satu jam dengan pembagian area kerja di beberapa lokasi. Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri sebagai bahan laporan.
Bowo menyebut Desa Plantungan saat ini mampu memproduksi sekitar 25.000 liter minyak per hari yang selanjutnya dikirim ke Pertamina.
“Kami berharap bisa ikuti regulasi dan dibenahi pelan-pelan sehingga tidak terjadi risiko hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan sumur minyak rakyat dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya agar masyarakat meningkat kesejahteraannya,” ujarnya.
Sementara itu, selama kunjungan berlangsung, warga Desa Plantungan memasang sejumlah spanduk di depan balai desa dan gapura desa yang berisi aspirasi terkait pengelolaan sumur minyak rakyat.
Di antaranya bertuliskan “Pertahankan Aset Desa Kami”, “1.240 Titik Sumur Minyak Masyarakat Desa Plantungan untuk Ketahanan Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional”, serta “Sampai Titik Darah Penghabisan Kami Siap Nyawa Pun Kami Pertaruhkan”.
Red,
