Nasional,Lidikkrimsus.co.id – Bagi mata manusia, letusan gunung berapi adalah wujud sempurna dari malapetaka, Ungkap Ki.Ageng Jaka Bhuwana pada penjelasan misterinya gunung – gunung di Indonesia dengan terjadinya erupsi bersama. Minggu 06/09/2026.
Semburan abu hitam, aliran awan panas, dan gulungan lahar kerap dicap sebagai hukuman atau firasat buruk bagi bumi.
Padahal, dari sudut pandang sains, alam tidak sedang menghukum siapa pun—ia hanya sedang menjalankan siklusnya.
Di balik kesan destruktifnya, erupsi vulkanik justru menyimpan hikmah ekologis yang luar biasa.
Abu dan material vulkanik yang mengendap mengangkut beragam mineral penting.
Seiring berjalannya waktu, proses pelapukan alami akan mengubah endapan ini menjadi hara kaya nutrisi yang menyuburkan tanah di sekitarnya.
Tak berhenti di situ, kawasan yang tampak mati pasca-letusan perlahan akan melewati tahap pemulihan ekologis (ecological recovery).
Tumbuhan pelopor mulai berakar, mikroorganisme kembali aktif, dan secara bertahap ekosistem yang baru terbentuk kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa alam tidak sesederhana dikotomi “bencana atau berkah”.
“Sesuatu yang tampak merusak dalam jangka pendek, kerap menjadi fondasi bagi keberlanjutan kehidupan dalam jangka panjang.
Alam tidak pernah berniat menyelamatkan atau menghancurkan manusia; ia hanya terus bergerak merawat dirinya sendiri dan bertugas sebagai cagar alam kehidupan bagi kelangsungan hidup. Tutupnya.
Red,
