Pemalang//lidikkrimsus.co.id – Puluhan warga Dukuh jambesewu Desa rembul , Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang , kegiatan swadaya masarakat cor jalan rusak secara swadaya melalui Gerakan warga dukuh jambesewu puluhan warga , bahu-membahu memperbaiki jalan yang rusak.
Tanpa alat berat, tanpa proyek bernilai miliaran rupiah, dan tanpa bantuan pemerintah daerah, warga dari berbagai usia turun langsung ke jalan. Mereka saling kompak bergotong royong membawa adonan semen dengan alat seadanya mulai dari grobag dan ember dari mesin molen menuju titik-titik jalan yang rusak.

Di bawah terik matahari yang meyeruak di antara rerimbunan pepohonan, bapak_bapak mengenakan caping dan topi dengan para pemuda, hingga para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Ember demi ember semen berpindah tangan dengan ritme yang nyaris tanpa putus.
Suara mesin molen yang terus berputar berpadu dengan canda, instruksi, dan semangat warga yang bekerja tanpa mengenal lelah.
Jalan yang diperbaiki merupakan jalan desa yang menghubungkan wilayah desa kreo menuju Ke desa rembul dukuh jambesewu.dan dukuh bajing .
Kondisinya selama ini dikeluhkan warga karena banyak mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna jalan.
Tokoh masyarakat ‘ pak dhe /bayu mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
” Kegiatan pengecoran Jalan ini merupakan bagian dari swadaya masarakat karena Jalan ini sangat curam dan rusak juga sering menjatuhkan pengendara bermotor .kegiatan ini murni kegiatan swadaya masarakat dan pemuda khusus dukuh jambesewu desa rembul ”
Karena belum mendapatkan perbaikan yang memadai dari pemerintah, warga dukuh jambesewu berinisiatif melaksanakan swadaya lewat Gerakan gotong royong untuk ngecor jalan yg rusak tersebut. Biar tidak lagi memakan korban pengendara motor
Warga dan pemuda jambesewu tidak lgi mau menunggu lama krama Keselamatan warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari menjadi alasan utama dilaksanakannya gerakan tersebut.
Koordinator kegiatan, Kasnadi / pak RT 09/01
mengungkapkan, kerusakan jalan semakin terasa saat musim hujan. Jalan yang berlubang dan licin kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintas.
“Banyak anak sekolah terjatuh saat melintas. Lebih memprihatinkan lagi, ketika ada warga sakit yang akan dibawa berobat, kondisi jalan justru membuat perjalanan terhambat dan bisa memperparah kondisi pasien,” katanya.
Kasnadi menjelaskan, seluruh biaya kegiatan berasal dari iuran sukarela masyarakat. Selain warga jambesewu bantuan juga datang dari para pengusaha ternak ayam , pedagang, serta para perantau yang tergabung dalam komunitas Guyub Rukun.
Bahkan sejumlah pengguna jalan dari luar daerah yang setiap hari melintas turut memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian.
“Semua murni swadaya. Tidak ada unsur paksaan. Warga, orang tua pemuda.para petani perantau, warga dan tokoh masyarakat berharap semoga adanya pengecoran jalan ini bisa memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar yang sering lewat jalan tersebut
Reooter; heri
