
BEKASI , Lidik Krimsus – Tepat pada tanggal 13 Maret 2026, Punguan Parsahutaon Marsada Roha genap menapaki usia tujuh tahun. Berdiri sejak 13 Maret 2019, organisasi berbasis komunitas ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar pengawasan sosial dan pengikat persaudaraan yang krusial bagi anggotanya.
Rekam Jejak Penelusuran Eksistensi
Berdasarkan penelusuran perjalanan organisasi selama tujuh tahun terakhir, Marsada Roha menunjukkan konsistensi dalam menjaga marwah transparansi. Di tengah banyaknya organisasi paguyuban yang sering kali terjebak dalam masalah internal atau tata kelola keuangan yang tidak jelas, Marsada Roha justru memperlihatkan model pengelolaan yang inklusif.
Prinsip “Marsada Roha” (Satu Hati) yang diusung bukan sekadar slogan. Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa organisasi ini secara rutin menjalankan fungsi kontrol sosial, terutama dalam memastikan bantuan sosial dan program kemasyarakatan sampai ke tangan yang tepat.
Tantangan dan Kedewasaan Organisasi
Memasuki usia ke-7, tantangan yang dihadapi tentu tidaklah mudah. Dari dinamika legalitas hingga adaptasi era digital, Marsada Roha telah melakukan berbagai pembenahan internal. Transformasi ini terlihat dari perbaikan administrasi dan ketegasan sikap organisasi dalam menghadapi isu-isu eksternal yang menyangkut hajat hidup orang banyak di wilayah domisili anggotanya.
”Ini bukan hanya soal merayakan hari jadi, tapi soal sejauh mana manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan anggota. Tujuh tahun adalah fase kedewasaan untuk membuktikan bahwa transparansi dan kejujuran adalah harga mati,” ujar salah satu penggerak komunitas dalam refleksi syukur tersebut.
Sesuai dengan kode etik jurnalistik, pemberitaan mengenai Marsada Roha ini menekankan pada fakta objektivitas dan kepentingan publik. Perayaan hari jadi ini menjadi momentum bagi seluruh pengurus dan anggota untuk tetap teguh pada komitmen awal: menjadi mata dan telinga bagi keadilan, serta menjadi hati yang hangat bagi sesama.
Dengan bertambahnya usia, harapan besar disematkan agar Punguan Parsahutaon Marsada Roha terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, sembari tetap kritis terhadap segala bentuk penyimpangan yang ada di sekitar lingkungan mereka.
(AM)
