Skip to content
29 Mei 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Jakarta
  • Prajurit TNi Bisa Jadi Imamdan Khatib di Masjid
  • Jakarta

Prajurit TNi Bisa Jadi Imamdan Khatib di Masjid

Anton Ande 29 Mei 2026

 

Jakarta//lidikkrimsus.co.id – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan prajurit TNI dalam Batalyon Teritorial Pembangunan di setiap kabupaten dapat berperan langsung di tengah masyarakat, termasuk menjadi imam dan khatib di masjid.

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Sjafrie, setiap batalyon berisi sekitar 1.190 prajurit dengan latar belakang yang beragam, mulai dari lulusan pesantren hingga personel yang memahami pelayanan rohani non-Muslim.

“Prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang, ada yang dari pesantren dan ada yang mengerti bagaimana rohaniawan non muslim,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan, prajurit berlatar belakang pesantren nantinya dapat membantu masyarakat sebagai imam salat maupun khatib di masjid. Sementara personel non-Muslim juga akan mendampingi kegiatan sosial dan keagamaan di gereja.

Menurutnya, keberadaan batalyon teritorial pembangunan bertujuan memperkuat lingkungan sosial dan membangun kedekatan antara TNI dengan

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan prajurit TNI dalam Batalyon Teritorial Pembangunan di setiap kabupaten dapat berperan langsung di tengah masyarakat, termasuk menjadi imam dan khatib di masjid.

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Sjafrie, setiap batalyon berisi sekitar 1.190 prajurit dengan latar belakang yang beragam, mulai dari lulusan pesantren hingga personel yang memahami pelayanan rohani non-Muslim.

“Prajurit kita yang satu batalyon itu 1.190 orang, ada yang dari pesantren dan ada yang mengerti bagaimana rohaniawan non muslim,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan, prajurit berlatar belakang pesantren nantinya dapat membantu masyarakat sebagai imam salat maupun khatib di masjid. Sementara personel non-Muslim juga akan mendampingi kegiatan sosial dan keagamaan di gereja.

Menurutnya, keberadaan batalyon teritorial pembangunan bertujuan memperkuat lingkungan sosial dan membangun kedekatan antara TNI dengan masyarakat.

Selain di bidang keagamaan, batalyon tersebut juga disebut akan difungsikan membantu sektor pendidikan hingga mendukung keamanan lingkungan di daerah.

 

#HarianDisway #Sjafrie #TNI #Menhan #Masjid Imam Khatib

jumlah pengunjung 15

Related Stories

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH
  • Berita Terkini
  • Internasional
  • Jakarta
  • Keamanan
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Presiden RI
  • TNI

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH

Presiden Prabowo Saksi Pengembalian Aset SDA Rp10,27 Triliun, Total Capai Rp40 Triliun
  • Berita Terkini
  • Jakarta
  • Keamanan
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Presiden RI

Presiden Prabowo Saksi Pengembalian Aset SDA Rp10,27 Triliun, Total Capai Rp40 Triliun

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah
  • Berita Terkini
  • Brebes
  • Internasional
  • Jakarta

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah