Oplus_131072
NASIONAL, LIDIK KRIMSUS – Suasana pagi di Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, mendadak berubah tegang pada Senin (6/10/2025).
Sekitar pukul 08.30 WIB, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terhadap seorang pria berinisial RR (29) yang diduga terlibat jaringan terorisme.
Penangkapan tersebut sempat menghebohkan warga sekitar karena berlangsung di kawasan padat penduduk.
Kepala Lingkungan II Kelurahan Pahang, Aziz, menjadi salah satu saksi mata sekaligus pendamping aparat dalam proses penggeledahan di rumah RR.
“Iya, betul, (penangkapan) terduga teroris, sekitar setengah sembilan pagi,” ungkap Aziz saat dikonfirmasi. Menurutnya, RR diamankan di luar rumah, sementara istri dan anaknya berada di dalam rumah ketika operasi dilakukan.
Setelah penangkapan, tim Densus 88 langsung melanjutkan penggeledahan di rumah RR yang terletak di Lingkungan II, Kelurahan Pahang.
Penggeledahan berlangsung tertib dengan pengawasan aparat setempat.
“Yang diamankan ada satu orang, laki-laki. Ditangkapnya di luar, bukan di rumah. Penggeledahan di rumah. Di rumah itu ada suami istri dan anak satu. Suaminya saja yang diamankan,” jelas Aziz.
Selama proses penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga memiliki kaitan dengan aktivitas terorisme.
Di antaranya topi, rompi, stiker bergambar lambang ISIS, baju jubah, serta tiga buah buku agama.
Barang-barang tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti oleh tim Densus 88.
Menurut Aziz, selama penggeledahan tidak terjadi perlawanan dari pihak keluarga. Istri RR tampak tenang dan kooperatif saat petugas memeriksa isi rumah.
“Tidak ada keributan, penggeledahan berjalan lancar. Warga juga tidak diperbolehkan mendekat,” tambahnya.
Warga setempat mengaku terkejut atas penangkapan tersebut. RR dikenal cukup tertutup, namun tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungan sekitar.
“Orangnya jarang bergaul, tapi sopan. Kami juga kaget dengar dia ditangkap Densus,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Aziz juga menuturkan bahwa RR sudah sekitar dua tahun tinggal di wilayah itu, meski secara administrasi masih tercatat sebagai warga Kabupaten Asahan.
“Dia dan keluarganya tinggal di sini sekitar dua tahun. Warga baru, tapi tidak pernah bikin onar,” katanya.
Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Tanjungbalai, Iptu M. Ruslan, membenarkan adanya kegiatan Densus 88 di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.
Namun, ia belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut.
“Kegiatan Densus 88 memang ada di jalan tersebut. Sejauh ini, data belum kami terima karena kasus ini langsung ditangani oleh pihak Densus 88,” kata Ruslan.
Pihak kepolisian setempat memastikan situasi di lokasi penangkapan kini dalam keadaan kondusif.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Densus 88 maupun Mabes Polri terkait status hukum RR dan keterkaitannya dengan jaringan teroris tertentu.
Namun, berdasarkan barang bukti yang ditemukan, diduga kuat RR memiliki afiliasi dengan kelompok ekstrem yang berideologi radikal.
Penangkapan di Tanjungbalai ini menambah catatan operasi kontra-terorisme yang dilakukan Densus 88 di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, operasi serupa juga pernah dilakukan di Medan dan Langkat, di mana petugas menangkap sejumlah orang yang diduga terhubung dengan jaringan ISIS.
Pemerhati keamanan nasional menilai bahwa langkah Densus 88 tersebut merupakan bentuk pencegahan dini terhadap potensi aksi teror di Tanah Air.
“Pendekatan preventif dengan memutus mata rantai jaringan radikal sejak dini jauh lebih efektif ketimbang menunggu terjadinya aksi teror,” ujar pengamat keamanan, Muhammad Noor, saat dimintai tanggapan terpisah.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh propaganda ekstrem di media sosial.
“Banyak dari mereka yang direkrut melalui dunia maya. Oleh sebab itu, edukasi dan literasi digital menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak pada ideologi kekerasan,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Pahang, Ustaz Rahman, berharap agar peristiwa tersebut tidak membuat warga saling mencurigai.
“Kami percayakan sepenuhnya pada pihak berwenang. Yang penting lingkungan tetap aman dan tidak menimbulkan ketakutan,” ujarnya.
Meski operasi penangkapan berjalan cepat, warga masih terlihat waspada.
Beberapa di antaranya mengaku baru mengetahui bahwa RR diduga terlibat dalam aktivitas mencurigakan.
“Kami tidak pernah lihat dia aneh-aneh. Tapi ya kalau Densus turun, pasti sudah ada bukti kuat,” kata warga lainnya.
Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh Densus 88. Tim penyidik diperkirakan akan melakukan pendalaman terhadap jaringan, komunikasi, serta aktivitas RR sebelum penangkapan.
Pemeriksaan terhadap barang bukti seperti stiker ISIS dan buku-buku agama juga menjadi bagian dari upaya mengungkap sejauh mana keterlibatan RR dalam jaringan terlarang itu.
Polri mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.
“Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang belum pasti. Semua masih dalam penyelidikan Densus 88,” ujar Ruslan menegaskan.
Dengan tertangkapnya RR, Densus 88 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman radikalisme dan terorisme.
Operasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan terorisme membutuhkan kewaspadaan kolektif antara aparat dan masyarakat.
Red, Tim
