
Brebes, Lidik KRIMSUS – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Brebes selata memicu pergerakan tanah serius di Dukuh Krajan RT 02 RW 01, Desa Plompong, Kecamatan Siramppg, Kabupaten Brebes. Peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, 30 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 WIB itu membuat belasan rumah warga berada dalam kondisi rawan dan membahayakan keselamatan penghuni.Pergerakan tanah dilaporkan semakin parah seiring intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Retakan tanah muncul dan melebar di sekitar permukiman warga, diperparah oleh aliran Kali Keruh yang mengarah ke tebing selatan–utara Dukuh Krajan. Kondisi ini meningkatkan potensi longsor susulan, terutama bagi rumah-rumah yang berada di jalur rawan.Berdasarkan data sementara, sedikitnya 12 rumah mengalami kerusakan struktural dengan tingkat ancaman yang tinggi. Dari jumlah tersebut, lima rumah telah disarankan untuk segera mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar. Total warga yang terdampak mencapai puluhan jiwa, dengan tiga di antaranya saat ini telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.Beberapa warga yang disarankan mengungsi di antaranya Komar (63), Jakaria (42), Kasem (65), Wasri (78), Opi (43), dan Saefulloh (53), masing-masing bersama anggota keluarganya. Sementara warga lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi waspada sambil menunggu perkembangan situasi dan arahan lebih lanjut dari pihak terkait.Pj Kepala Desa Plompong, Heri Kurniawan membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, meski situasi cukup mengkhawatirkan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. “Namun demikian, ancaman bencana susulan masih membayangi, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi,” ujarnya Jumat (9/1/2026).Pemantauan terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) dan relawan juga melakukan edukasi kepada warga terdampak agar meningkatkan kesiapsiagaan serta bersedia mengungsi apabila kondisi dinilai semakin berbahaya.Hingga saat ini, pemantauan masih dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan penetapan status tanggap darurat lokal apabila situasi terus memburuk. Warga di sekitar lokasi diimbau tetap waspada dan segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan kepada aparat desa atau petugas terkait. ( ALEX MT )
