Skip to content
26 September 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Uncategorized
  • Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Kapolri Tekankan Keimanan sebagai Landasan Pengabdian kepada Masyarakat
  • Uncategorized

Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Kapolri Tekankan Keimanan sebagai Landasan Pengabdian kepada Masyarakat

Anton Ande 26 September 2026

 

*Kapolri Gelar Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Perkuat Sinergi untuk Melindungi dan Melayani Masyarakat*

 

Polda Jateng-Rembang //lidikkrimsus.co.id –  Penguatan keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti secara hybrid oleh sekitar 700 peserta secara langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah sekitar Rembang. Secara daring, kegiatan diikuti 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran.

Kegiatan diawali pembacaan kalam Ilahi QS Ali Imran ayat 133-135 oleh Ipda Asraldi, S.Ag. dan santri Ahmad Dzul Fahmi Al-Fakhomi, sebelum dilanjutkan dengan sambutan Kapolri dan tausiyah kebangsaan oleh Gus Baha.

Dalam sambutannya, Kapolri mengungkapkan bahwa Polri sebagai umara memiliki perjalanan panjang dalam menjalankan tugas bersama para ulama. Menurutnya, kehadiran ulama memberikan tuntunan spiritual bagi personel Polri agar tetap berada pada jalan pengabdian, menjaga amanah, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat.

“Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menekankan bahwa keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Polri bersama seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.

“Umara dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI. Dengan tiang yang kokoh, akan terbentuk bangunan yang kokoh sehingga melindungi seluruh warga masyarakat yang bernaung di bawahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing masyarakat menuju kebaikan. Menurutnya, kesadaran untuk menaati aturan tidak semata-mata lahir karena adanya aparat, tetapi juga karena keyakinan bahwa setiap perbuatan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Gus Baha

Gus Baha juga mengingatkan bahwa sifat kebangsaan dan nasionalisme perlu diwujudkan dalam perilaku sosial, antara lain dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menyampaikan hal-hal baik tentang bangsa. Ia mengibaratkan hubungan Polri dengan masyarakat seperti hubungan orang tua dan anak, yang harus terus mencintai dan membimbing dengan kesabaran agar terus berada di jalan yang benar.

“Kalau anak melakukan kesalahan, orang tua tidak kemudian berhenti menyayangi. Begitu juga masyarakat, ketika ada yang salah harus dibimbing dan diarahkan. Harapannya, Polri terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat dengan kesadarannya sendiri ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Gus Baha.

Dalam keterangannya Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kehadiran Polri di tengah ulama juga menjadi momentum untuk belajar dari keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sosok Gus Baha yang dikenal sederhana dan menghadirkan keteduhan dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri untuk mengedepankan kesederhanaan, kerendahan hati dan sikap humanis dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

“Menurut saya pribadi, Gus Baha ini ulama yang luar biasa, membawa keteduhan untuk siapa saja. Dalam keseharian beliau juga senantiasa menampilkan kesederhanaan. Mudah-mudahan kesederhanaan dan keteladanan beliau ini juga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri,” kata Kabid Humas.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha menjadi momentum penting bagi personel Polri untuk memperkuat kembali landasan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pesan yang disampaikan Gus Baha tidak hanya relevan dalam konteks kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki makna yang sangat kuat bagi pelaksanaan tugas kepolisian. Keimanan dan ketakwaan diharapkan dapat membentuk karakter personel yang mampu menjalankan kewenangan secara bijaksana, rendah hati, serta senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian.

“ Ngaji Kebangsaan ini menjadi ruang bagi anggota Polri untuk kembali mengingat hakikat pengabdian. Pesan Gus Baha sangat relevan dengan tugas Polri yang senantiasa hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.

Kabid Humas berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterjemahkan dalam perilaku nyata personel ketika berada di tengah masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan kepolisian pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional, tetapi juga oleh integritas, empati dan ketulusan anggota dalam menjalankan tugas.

“Harapannya, apa yang kita dengarkan dan renungkan bersama hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi sikap dan perilaku dalam pelaksanaan tugas. Ketika anggota Polri memiliki landasan iman yang kuat, bekerja dengan hati, rendah hati dan menghormati masyarakat, maka kehadiran Polri akan semakin dirasakan sebagai bagian dari solusi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

jumlah pengunjung 29

Related Stories

Polisi Imbau Warga Bumijawa Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Uncategorized

Polisi Imbau Warga Bumijawa Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodam XVIII/Kasuari laksanakan Bazar dan Pasar Murah
  • Uncategorized

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodam XVIII/Kasuari laksanakan Bazar dan Pasar Murah

Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 516/CY Tanamkan Harapan Sebagai Gadik di SD Inpres Kampung Basyim
  • Uncategorized

Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 516/CY Tanamkan Harapan Sebagai Gadik di SD Inpres Kampung Basyim