BREBES //Lidikkrimsus.co.id — Hingga Sabtu, 7 November 2026, tujuh ruang kelas XI di SMA Negeri 1 Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan belum menjalani perbaikan fisik atau rehabilitasi setelah ludes terbakar pada awal September lalu. Akibat lambatnya penanganan ini, ratusan siswa terpaksa harus terus menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara darurat.
Berdasarkan data sekolah, fasilitas yang hangus dilalap api tersebut merupakan ruang belajar bagi siswa kelas XI, mulai dari kelas XI-1 hingga XI-7. Dengan rata-rata kapasitas sekitar 36 siswa per kelas, terdapat sekitar 252 pelajar yang kehilangan ruang kelas utama mereka.
Untuk menyiasati situasi ini, pihak sekolah memanfaatkan fasilitas yang tersisa. Ratusan siswa tersebut terpaksa dioperasikan untuk belajar di beberapa area darurat sekolah, seperti aula, laboratorium, dan masjid sekolah.
Meskipun proses belajar mengajar tetap dapat berjalan berkat pemanfaatan ruang-ruang alternatif tersebut, para siswa dan guru mengaku kondisinya jauh dari kata ideal. Terlebih lagi, SMAN 1 Bantarkawung menampung total sekitar 950 siswa, sehingga keterbatasan ruang ini cukup berdampak pada kenyamanan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dari total hampir seribu murid di sekolah ini, mereka sangat menantikan realisasi perbaikan ruang kelas yang hancur agar KBM bisa kembali normal.
Penyebab Kebakaran Masih Misteri
Peristiwa kebakaran hebat itu sendiri terjadi pada Sabtu, 5 September 2026 sore. Api dengan cepat melahap deretan ruang kelas hingga menyebabkan bagian atap ambruk dan merusak berbagai fasilitas belajar seperti meja, kursi, serta lemari. Kerugian material dari musibah ini ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar. Beruntung, saat kejadian sekolah sedang libur sehingga tidak ada korban jiwa.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan ruang kelas XI tersebut masih belum diketahui secara pasti. Muncul dugaan di kalangan warga dan pihak sekolah apakah api bersumber dari adanya oknum yang membakar sampah sembarangan ataukah akibat kebakaran lahan kosong yang merembet dari area belakang sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah bersama orang tua murid masih terus berharap adanya langkah konkret dan cepat dari dinas terkait untuk segera melakukan rehabilitasi fisik bangunan yang terbakar demi keberlangsungan pendidikan para siswa.
Wahidin salah satu pengamat bidang pembangunan mengatakan bahwa sekolah ini membutuhkan renovasi atau ruang kelas pasca terjadinya kebakaran
Semoga tidak terlalu lama lagi akan dibantu oleh pemerintah pusat, tentang perbaikan sekolah ini , ujarnya.
Reporter Teguh
