
Brebes LIDIK KRIMSUS ~ Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes Sri Hartanti SIP beberapa hari ini sudah di temui media di kantor nya, hal ini yang bersangkutan setiap hari memantau perkembangan operasi Empat Excavator di Sungai Keruh paska banjir.Selasa ( 26/1/2026 ).
Seperti yang telah diberikan Banjir Bandang Sungai Keruh pada Sabtu (23/1) mengakibatkan 7 rumah hanyut dan belasan rumah terancam di Desa Dukuhturi dan Kalierang serta Desa Adisana Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes,
Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu Sri Hartanti SIP yang di temui media di lokasi Sungai Keruh sedang memantau jalannya excavator normalisasi di sungai Keruh, ia membenarkan pasca Banjir bandang Sungai Keruh kerap melaksanakan monitoring pekerjaan excavator di lokasi bencana banjir di empat lokasi.
” Kami bersama Pengawas Imam Riyadi dan Mansur setiap hari kelokasi banjir untuk memantau pekerjaan excavator sedang melaksanakan normalisasi sungai di lokasi banjir di Desa Dukuh Turi,Kalierang, Penggarutan dan Desa Adisana Kecamatan Bumiayu,” ujarnya.
Diungkapkan Sri Hartanti, bahwa dampak banjir bandang Sungai Keruh mengakibatkan di Desa Dukuhturi Rt. 001 Rw. 001 Kecamatan Bumiayu, terdapat 4 ( empat ) unit rumah yang hanyut terbawa banjir Sungai Keruh, dan di wilayah Rt. 005 Rw. 001 terdapat 6 ( enam ) unit rumah yang mengalami rusak berat.
” Di wilayah Desa Kalierang Rt. 001 Rw. 001 Kec. Bumiayu, terdapat 3 ( tiga ) unit rumah yang hanyut, dan 10 ( sepuluh ) unit mengalami rusak berat.” Ungkapnya.
“Sementara di wilayah Dukuh Kweni Desa Adisana terdapat 8 ( delapan ) unit rumah yang rusak berat, puluhan hektar sawah dan badan jalan kabupaten tidak bisa dilintasi karena tergerus banjir.” Ujarnya.
Untuk menormalisasi Sungai Keruh paska banjir bandang di terjunkan empat excavator untuk 4 Desa,yakni Desa Pengaturan, Kalierang,Dukuh Turi dan Desa Adisana Kecamatan Bumiayu.
” Excavator dari Dinas DPU Kabupaten Brebes di tempatkan di Lokasi Sungai Keruh Desa Dukuh Turi dan Kalierang. Excavator dari Dinas Pengairan Kabupaten Brebes di tempat di Desa Penggarutan, dua Excavator dari pengusaha PAKA dan DPC PDI Perjuangan ditempatkan di Desa Adisana.” Ungkap Sri Hartanti.
Diharapkan dengan ada empat Excavator di terjunkan untuk normalisasi Paska Banjir Sungai Keruh, dalam waktu dekat bisa terealisasi.” Kami mohon maaf kepada media ketika berkunjung ke Kantor UPT DPU Wilayah Bumiayu tidak bisa bertemu,saat ini kami sedang fokus normalisasi Sungai Keruh pasca Banjir bandang.” Tandasnya.( ALEX MT ).
