PASAMAN BARAT //lidikkrimsus.co.id —Lidikkrimsus.co.id — Sungai Talang , kec. Luhak nan duo Anggi Septiawan, Datuak Rajo Bangun calon Wali Nagari Sungai Talang nomor urut 4, unggul dalam rekapitulasi hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Sungai Talang, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.
Berdasarkan data pada aplikasi Rekap Pilwana Kabupaten Pasaman Barat, Anggi Septiawan memperoleh 324 suara atau 26,7 persen dari total 1.215 suara sah. Rekapitulasi tersebut mencakup tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang seluruhnya telah melaporkan hasil.
Dalam data yang ditampilkan, calon nomor urut 1, Armen Putra, memperoleh 318 suara atau 26,2 persen. Sementara itu, calon nomor urut 2, Adrisno, ST, juga memperoleh 318 suara atau 26,2 persen. Calon nomor urut 3, Zulkarnaini, memperoleh 255 suara atau 21 persen.
Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 1.559 pemilih, dengan tiga suara kosong. Tingkat partisipasi pemilih berdasarkan data aplikasi mencapai 78,1 persen.
Atas hasil tersebut, Anggi Septiawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya dalam pelaksanaan Pilwana Sungai Talang.
Anggi Septian, S.T., Dt. Rajo Bangun Unggul, meraih 324 suara dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Sungai Talang. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan demokrasi masyarakat dalam menentukan pemimpin nagari untuk masa mendatang.
Atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan, Anggi Septian menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sungai Talang, baik yang telah memberikan dukungan maupun yang menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing.
Ia menyampaikan bahwa setiap suara merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan nagari. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat kembali bersatu setelah pelaksanaan Pilwana, tanpa membedakan pilihan maupun dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sungai Talang atas partisipasi, dukungan, doa, dan kepercayaan yang telah diberikan. Apa pun pilihan kita dalam Pilwana, kita tetap satu keluarga besar. Mari kita kembali bergandeng tangan, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama membangun Sungai Talang yang lebih baik,” demikian pesan yang ingin disampaikan.
Menurut semangat kebersamaan tersebut, Pilwana hendaknya tidak menjadi sekat yang memisahkan masyarakat, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan kepedulian terhadap kemajuan nagari.
Pembangunan Sungai Talang membutuhkan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kaum ibu, hingga seluruh lapisan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan saling menghargai, berbagai potensi nagari dapat dikembangkan demi kepentingan bersama.
Bergandeng tangan membangun Sungai Talang bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menjaga persaudaraan, merawat persatuan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas perbedaan pilihan
Pada akhirnya, kemajuan nagari bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga oleh kemampuan seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan bekerja bersama demi masa depan Sungai Talang yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
Berbeda pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Namun, menjaga persaudaraan dan membangun nagari adalah tanggung jawab kita bersama.
(Ipendi PLR)
