Oplus_131072
Dunia Sepiritual, Lidikkrimsus.co.id – Ki.Ageng Jaka Bhuwana Menerangkan. Bahwa Doa di setiap Sepiritual tidak semuanya benar jika tanpa didasari iman ketakwaan kepada Allah Swt.
Banyaknya umat manusia dalam beragama ini jarang sekali untuk bergegas dalam pencapaian hakikat Tuhan Yang Maha Esa. Namun. Melainkan kebanyakan mereka hanya ingin instan pada apa yang di inginkan. Maka. Banyaklah doa – doa mereka hanya memanjatkan keinginan pada dirinya semata.
Menginginkan di setiap keinginan pada doanya sesungguhnya keliru.

“Bukankah Allah Swt menciptakan bumi dan seisinya. Tanah angin api air dan kandungan bumi yang begitu melimpah dari jenis mineral – mineral yang sangat berharga.
Dan bukankah Allah Swt telah menciptakan isi dunia ini begitu sempurna. Segalanya ada dan merlimpah ruah. !
“Namun mereka masih bertanya. Kenapa aku masih menginginkannya. Padahal sesungguhnya alam yang di ciptakan Allah Swt ini sangatlah melimpah ruah.
Dan bukankah Allah Swt sudah membuka Rahasia tentang kepemimpinan pada kehidupan dalam Al’qur’an . !
Dan mengapa kebanyakan mereka masih tersesat dalam doanya.
Sesungguhnya Allah Swt. Tidak dapat merubah nasib disetiap manusianya. Melainkan hanya manusianya yang dapat merubah pola pikir nya sendiri.
Sungguh Allah Swt. Telah memberikan kita semua di alam semesta ini. Segala isi alam yang sangat melimpah ruah dan petunjuk keimanan bagi yang beriman.
Maka. Berdoalah kalian untuk meminta kepada Allah Swt dengan memohon diberikanya Kekuatan untuk bertakwa. Kekuatan untuk menempuh dan meraih harapan di depan mata. Kekuatan Hidayah untuk petunjuk kepemimpinan dalam diri. Kekuatan untuk bertindak. Kekuatan untuk mencapai dan mewujudkan impian.
Bukan doa meminta Allah Swt yang mewujudkan semua keinginan. Tetapi diri kita sendirilah yang bertindak untuk meraihnya.

“Surah Ar Ra’d ayat 11 adalah ayat yang menyatakan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib atau keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri berusaha mengubahnya. Ayat ini berarti bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mengubah keadaan diri dan lingkungannya melalui usaha dan perubahan dalam diri, karena perubahan besar dari Allah hanya akan terjadi setelah ada perubahan dari manusia itu sendiri.
Berikut Dalilnya.
اَللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ, وَاِذَا غَشِيَكُمُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، وَاِذَا اَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوْءً فَلَا مَرَدَّ لَهٗ, وَمَا لَهُمْ مِّنْ
دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ.
Maka. Kembalilah pada jati dirimu untuk menghakikati kehidupan dan seisi alam ini. Sesungguhnya tidak ada yang mustahil. Jika kita semua dapat bergegas mewujudkan impian kita dengan kegigihan pada usahanya.
Azza wa Jalla..
Ki.Ageng Jaka Bhuwana
