Skip to content
2 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Uncategorized
  • Mendorong Pemerintah Daerah Sumatra Terdampak Bencana Untuk Berkolaborasi Dengan Pemerintahan Pusat
  • Uncategorized

Mendorong Pemerintah Daerah Sumatra Terdampak Bencana Untuk Berkolaborasi Dengan Pemerintahan Pusat

lidikkrimsus 28 Maret 2026

Jakarta, LIDIK KRIMSUS – Percepatan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah (Pemda). Pemerintah pusat mendorong Pemda untuk membantu daerah tetangga yang terdampak parah dan mengalami kerusakan berat.
.
Sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar.


Inisiatif kolaborasi ini muncul setelah adanya tambahan alokasi anggaran transfer ke daerah untuk percepatan penanganan bencana dari Bapak Presiden sebesar Rp10,6 triliun. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut, termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.
.
Oleh karena itu, pemerintah pusat mengimbau kepala daerah di wilayah yang relatif aman atau tidak terdampak, tetapi tetap menerima alokasi anggaran, agar bersedia menyalurkan sebagian dananya dalam bentuk hibah kepada daerah tetangga. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi yang mengalami keterbatasan anggaran, seperti Kabupaten Aceh Tamiang.
.
Selain itu, target penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Fokus pembangunan mencakup penyediaan hunian tetap (huntap), pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan dan jalan yang saat ini masih bersifat darurat, serta pemulihan fasilitas layanan dasar.

Tim

jumlah pengunjung 131

Related Stories

Gelar Tasyakuran Forkopimcam Bulakamba Sambut HUT BHAYANGKARA KE 80.Tahun Di Mapolsek Bulakamba
  • Uncategorized

Gelar Tasyakuran Forkopimcam Bulakamba Sambut HUT BHAYANGKARA KE 80.Tahun Di Mapolsek Bulakamba

Ketua PPWN Nagari sungai talang terpilih Ancam Mundur Jika Dalam 1×24 Jam jika Tidak Ada Kepastian SK Panitia
  • Uncategorized

Ketua PPWN Nagari sungai talang terpilih Ancam Mundur Jika Dalam 1×24 Jam jika Tidak Ada Kepastian SK Panitia

Video Pengeroyokan di Pasaman Barat, Tiga Pelaku Berhasil Diamankan Tim URC Satreskrim
  • Uncategorized

Video Pengeroyokan di Pasaman Barat, Tiga Pelaku Berhasil Diamankan Tim URC Satreskrim