
Brebes LIDIK KRIMSUS ~Keprihatinan atas bencana banjir yang terus melanda Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mendorong puluhan emak-emak setempat dan didampingi Mahasiswa dari Universitas Peradaban Bumiayu ( UPB ) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP ) melakukan gerakan moral dan kepedulian sosial. Mereka berkumpul di Balai Desa Adisana, Jumat (30/1/2026), untuk menyalurkan nasi ponggol kepada warga terdampak banjir.Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sosial para emak-emak yang ikut terlibat dalam pendistribusian bantuan makanan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Puluhan emak-emak secara sukarela membantu menyalurkan nasi ponggol agar dapat diterima langsung oleh warga yang membutuhkan.Salah satu warga Desa Adisana, Dewi Wahyuni S.H., warga RT 003 RW 001, menyampaikan bahwa keterlibatan emak-emak dalam kegiatan tersebut dilandasi rasa keprihatinan mendalam terhadap musibah banjir yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga.“Kami sangat prihatin dengan kondisi di Desa Adisana. Banjir ini dampaknya sangat luar biasa. Kami para emak-emak hanya ikut menyalurkan bantuan nasi ponggol kepada warga yang terdampak sebagai bentuk kepedulian,” ujar Dewi.Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan kepada warga Desa Adisana.“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah membantu warga terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” tambahnya.Selain menyalurkan bantuan, para emak-emak juga menyatakan sikap kegelisahan dan kekecewaan atas bencana banjir yang dinilai tidak lepas dari persoalan kerusakan lingkungan. Mereka menyoroti penggundulan hutan lindung dan alih fungsi lahan yang diduga memperparah risiko banjir bandang, khususnya dari kawasan Gunung Slamet.Menurut warga, kasus kerusakan lingkungan di wilayah Gunung Slamet terkesan terbengkalai dan belum ditangani secara serius, sehingga banjir bandang terus menghantui wilayah Brebes bagian selatan , sebagai pengingat Bener bertulisan. ” Hutan lindung Digunduli Banjir Bandang Menghantui Kasus Gunung Slamet Menghantui.” Dipasang di jalan Kabupaten Desa Adisana dan Penggarutan.“Kami warga Adisana merasa gelisah dan kecewa. Hutan lindung digunduli, banjir terus terjadi. Kami berharap aparat segera bergerak dan masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Stop alih fungsi lahan, Bener kami Pasang di Jalan Kabupaten Desa Adisana dan Penggarutan” tegas perwakilan emak-emak.Gerakan moral puluhan emak-emak Adisana ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus seruan kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar persoalan lingkungan segera ditangani secara serius demi keselamatan warga.( ALEX MT ).
