Skip to content
21 Agustus 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Uncategorized
  • Rakor Kementrans-Pemprov Malut, Wamen Viva Yoga: Menciptakan Lapangan Kerja Lewat Cetak Sawah di Kawasan Transmigrasi
  • Uncategorized

Rakor Kementrans-Pemprov Malut, Wamen Viva Yoga: Menciptakan Lapangan Kerja Lewat Cetak Sawah di Kawasan Transmigrasi

lidikkrimsus 21 Agustus 2026

Nasional,Lidikkrimsus.co.id – Target cetak sawah dari Pemerintah Pusat kepada Provinsi Maluku Utara (Malut) seluas 10.000 Ha merupakan peluang bagi pemerintah daerah terutama yang memiliki kawasan transmigrasi untuk memenuhinya. Dari target yang dibebankan, baru dipenuhi sekitar 1.900 Ha. “Peluang cetak sawah baru masih sangat besar jika dapat memaksimalkan lahan-lahan transmigrasi yang sudah ada dan masih belum produktif”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut serta seluruh pemerintah daerah yang sudah memiliki kawasan transmigrasi, di Kota Ternate, Malut, 21/8/2026.

Hadir dalam rakor, Sekretaris Daerah Pemprov Malut Samsuddin Abdul Kadir, para kepala dinaskertrans, dan sekretaris daerah dari Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur, dan morotai

“Bila pemerintah daerah sepakat membuka lahan cetak sawah baru, selanjutnya akan Kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian”, ujarnya.

Mencetak sawah baru disebut dalam rangka peningkatan produktifitas beras dan meningkatkan kesejahteraan transmigran serta masyarakat yang menempati kawasan transmigrasi yang berprofesi sebagai petani dan menjadi produsen untuk kebutuhan di Malut.

Dalam rakor, baik sekda pemprov maupun kepala dinaskertrans dan sekdakab mengungkapkan berbagai permasalahan yang dialami petani dan sektor pertanian seperti soal irigasi, limbah pertambangan, dan banjir. Banyaknya tantangan tersebut meski ada produksi beras dari kawasan transmigrasi, namun apa yang dihasilkan dari sawah-sawah yang ada belum memenuhi kebutuhan masyarakat di sana sehingga kebutuhan beras dan sembako lainnya, terutama di Ternate, didatangkan dari provinsi lain.

“Dari rakor inilah kita serap dan dengar apa saja keluhan dari kawasan transmigrasi di Malut”, ujar pria yang pernah menjadi anggota Komisi IV DPR dua periode itu.

Mencetak sawah baru di Malut menurut Viva Yoga tak sekadar untuk meningkatkan produksi bahkan swasembada beras baik di Malut maupun nasional namun juga untuk menciptakan lapangan kerja. “Tenaga kerjanya bisa memanfaatkan dari masyarakat setempat atau lokal”, tuturnya.

Mencetak sawah baru di luar Jawa ditegaskan sangat penting sebab di Jawa ada peralihan fungsi sawah seluas 100.000 Ha setiap tahun. “Sawah-sawah di Jawa banyak beralih menjadi perumahan, pabrik, jalan, dan fasilitas umum lainnya”, ungkapnya.

Meski demikian Viva Yoga menegaskan saat cetak sawah, hamparan sawah yang ada harus didukung infrastruktur pendukung yang vital, seperti saluran irigasi, bendungan, dan adanya sumber air. “Jangan sampai cetak sawah lalu tidak ada saluran irigasi dan bendungan”, paparnya. “Jadi saat cetak sawah, juga akan dibangun saluran irigasi dan bendungan untuk menyediakan air”, tambahnya.

Untuk itulah dalam membangun kawasan transmigrasi, Kementrans bersinergi dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, kementerian Perhubungan, Kemendikdasmen, Kemenkes, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Samsuddin Abdul Kadir dalam rakor mengatakan rasa senang bisa bersama dengan Wamen, “rakor sangat efektif karena langsung didengarkan oleh Bapak Wakil Menteri “, ujarnya.

Malut menurutnya sangat bersyukur dengan adanya transmigrasi sebab dengan program itu provinsi ini bisa menghasilkan beras sendiri. “Adanya transmigran yang bercocok padi di sawah, kebiasaan itu juga menular ke masyarakat lokal”, ungkapnya.

Ditegaskan, Malut ingin meningkatkan produksi beras untuk mencukupi kebutuhan sendiri bahkan untuk mendukung swasembada beras nasional.

Tim

jumlah pengunjung 11

Related Stories

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
  • Uncategorized

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan

Muhaemin (DPRD Brebes): Sidang Isbat Nikah Terpadu, Pelayanan Nyata untuk Masyarakat  
  • Uncategorized

Muhaemin (DPRD Brebes): Sidang Isbat Nikah Terpadu, Pelayanan Nyata untuk Masyarakat  

Tukar Botol Plastik, Pengunjung Brebes Expo Bawa Pulang Bibit Tanaman Buah
  • Brebes
  • Uncategorized

Tukar Botol Plastik, Pengunjung Brebes Expo Bawa Pulang Bibit Tanaman Buah