Cirebon//lidikkrimsus.co.id – Suasana syiar Islam yang khidmat dan meriah menyelimuti lingkungan Musholla Nurul Iman desa panggangsari kecamatan Losari kabupaten cirebon pada Kamis, 20 Agustus 2026 (bertepatan dengan 1 Rabiul Awal 1448 H). Digelar secara besar-besaran kegiatan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pengajian Umum Bersama Jamaah, yang berlangsung lancar dan penuh berkah berkat kerja keras panitia yang dipimpin langsung oleh Santo.
Panggung acara dihias sangat indah dengan hamparan bunga warna-warni, ornamen ukiran khas, serta dihiasi bendera Merah Putih yang melambangkan keselarasan antara syiar agama dan cinta tanah air. Ribuan jamaah dari berbagai kalangan warga berkumpul dengan tertib dan antusias untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, meneladani sifat rahmatan lil ‘alamin, serta mempererat tali persaudaraan antar warga.

Sebagai ketua panitia, Santo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara. “Alhamdulillah, berkat gotong royong warga, dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua panitia, kegiatan Safari Maulid ini berjalan dengan lancar. Tujuan kami sederhana: mengajak masyarakat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, menjaga kerukunan, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan,” ujar Santo saat memberikan sambutan.
Dalam rangkaian acara, kegiatan pengajian umum berlangsung khidmat. Pemateri menyampaikan pesan-pesan kebaikan, kisah perjuangan Nabi, serta ajaran untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Jamaah mendengarkan dengan saksama, berharap ilmu dan berkah dari peringatan Maulid Nabi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Warga sekitar memuji kesiapan panitia di bawah pimpinan Santo. Kegiatan dinilai terselenggara rapi, aman, dan memberi manfaat besar bagi kerukunan warga. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga, agar nilai-nilai kebaikan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW senantiasa tumbuh subur di tengah masyarakat Losari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama yang tulus mampu melahirkan acara syiar yang bermakna, memperkokoh iman, sekaligus mempererat persaudaraan antar warga.( Gofur )
