TAPUNG HULU, LIDIK KRIMSUS – Aroma busuk pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tapung Hulu akhirnya meledak dalam forum mediasi panas yang digelar di SDN 016 Desa Kusau Makmur, Selasa (21/04/2026). Di hadapan otoritas kecamatan dan aparat penegak hukum, borok manajemen Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) dikuliti habis oleh para tenaga pendidik.
Kesabaran para guru tampaknya sudah mencapai titik nadir. Elfrika Pakpahan, S.Ag, guru yang melakukan pengecekan menu, membeberkan fakta mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu singkat satu minggu, pelayanan SPPG ini sudah dipenuhi catatan hitam yang membahayakan kesehatan siswa.
“Baru satu minggu SPPG ini mengantarkan menu ke sekolah kami, tapi terus bermasalah. Dari nasi yang masih mentah, buah yang tak dikemas plastik, nasi berambut, hingga nasi yang berbelatung,”cetus Elfrika dengan nada kecewa di hadapan peserta mediasi.
Para guru lainnya pun menimpali bahwa upaya koordinasi selama ini tak pernah digubris secara serius oleh pihak manajemen MBG. Sikap abai itulah yang memicu inisiatif guru untuk merekam bukti video hingga akhirnya viral dan menjadi tamparan keras di tingkat nasional.
Suasana sempat memanas saat Camat Tapung Hulu, Nuryadi SE, yang juga menjabat sebagai Kasatgas tingkat kecamatan, memberikan pernyataan yang dinilai tidak sensitif terhadap keselamatan pangan siswa. Alih-alih mengecam keras kelalaian pihak penyedia, Camat terkesan melakukan pembelaan.
“Kemungkinan belatung itu bersumber dari buah salak. Kalau buah yang bermasalah, nasinya bisa dimakan, jadi enggak rugi,”tutur Nuryadi, yang langsung disambut sorakan bernada protes dari seluruh dewan guru di ruangan tersebut.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Tapung Hulu, Ipda Zulkarnaini, yang hadir mewakili Kapolsek Iptu Riko Rizki Mazri SH MH, memberikan peringatan dari sudut pandang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami meminta agar insiden ini menjadi evaluasi total dan tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Masalah ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai kelalaian teknis di lapangan memicu gejolak sosial atau konflik di tengah masyarakat Tapung Hulu. Kami akan terus memantau agar standar prosedur benar-benar dijalankan demi kepentingan publik,” tegas Ipda Zulkarnaini.

Terpojok oleh fakta dan kesaksian guru, Al’Udri selaku mitra pengelola SPPG Desa Sumber Sari akhirnya tertunduk dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Saya atas nama pribadi dan manajemen mitra pengelola menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kami mengakui adanya kekurangan dalam kontrol kualitas di lapangan. Kami berjanji dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan total agar insiden memalukan ini tidak terulang lagi di masa depan,”ujar Al’Udri.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program strategis nasional yang dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi generasi masa depan Indonesia, bukan tempat bagi pengelola yang bekerja “asal-asalan”.
Kini, bola panas berada di tangan Yayasan Ulul Al-Bab. Sebagai organisasi yang menaungi, yayasan dituntut segera mengambil tindakan administratif yang keras dan konkret terhadap SPPG Desa Sumber Sari. Publik menunggu sanksi nyata, bukan sekadar kata maaf di atas kertas. Mengingat kasus ini telah menjadi isu nasional, pembiaran terhadap oknum yang lalai hanya akan memperburuk citra program MBG di mata rakyat. (Penulis: Pajar Saragih)
Published : Tim Redaksi PRIMA
