Mojokerto,Jatim,Lidikkrimsus.co.id – Akses lalu lintas di Jalan Raya Trawas–Mojosari sempat terganggu setelah tebing ambrol menutup separuh badan jalan di Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7/2026). Kendaraan dari dua arah terpaksa melintas secara bergantian hingga material longsoran berhasil dibersihkan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.49 WIB tersebut dipicu ambrolnya tebing setinggi sekitar 3 meter di sisi selatan jalan. Material berupa tanah bercampur air meluncur ke badan jalan dan menghalangi sebagian jalur utama yang menghubungkan kawasan wisata Trawas dengan Mojosari. Tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan kendaraan.
Namun akibat kondisi tersebut sempat memperlambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan perbukitan tersebut. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Pasca menerima laporan dari warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama personel Polsek Trawas, Koramil Trawas, perangkat desa, relawan, serta warga sekitar. Pembersihan material dilakukan secara manual agar akses jalan dapat segera dipulihkan.
Kurang dari satu jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 12.20 WIB, seluruh material longsoran berhasil disingkirkan. Arus lalu lintas yang sebelumnya tersendat kembali normal dan kendaraan dapat melintas dari kedua arah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, hasil asesmen menunjukkan ambrolnya tebing dipicu aliran air yang berada di bagian atas tebing sehingga menggerus struktur tanah hingga akhirnya longsor ke badan jalan.
“Saat kejadian cuaca dalam kondisi cerah dan sebelumnya tidak turun hujan di lokasi. Aliran air di atas tebing menjadi penyebab tanah tergerus hingga ambrol,” ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
BPBD Kabupaten Mojokerto mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur perbukitan Trawas. Potensi pergerakan tanah masih dapat terjadi pada lokasi yang memiliki aliran air maupun tebing dengan kondisi tanah labil, meskipun cuaca sedang cerah.
Tim.
