Skip to content
28 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Uncategorized
  • TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi
  • Uncategorized

TEP 2026, Wamen Viva Yoga: Hasil Riset Untuk Pengembangan Ekonomi dan Industrialisasi di Kawasan Transmigrasi

lidikkrimsus 27 Juli 2026

Bogor, Lidik Krimsus – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Kementerian Transmigrasi (Kementrans) diprogramkan untuk menindaklanjuti hasil riset TEP 2025. “TEP tahun ini untuk merealisasikan perintisan produk unggulan di kawasan transmigrasi”, ujarnya di hadapan wartawan selepas memberi Pembekalan kepada 1.476 anggota TEP 2026. Kota Bogor, Jawa Barat, 26/7/2026.

Lebih lanjut dikatakan program-program transmigrasi orientasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program TEP yang melibatkan 39 guru besar, 158 doktor, 263 master, dan 1.016 sarjana dari 10 universitas, yakni UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin diharapkan mampu menjalankan misinya secara maksimal yang nanti hasil tindak lanjut riset sebelumnya selain digunakan untuk Kementrans juga dapat direkomendasikan ke pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, kementerian terkait, dan lembaga lainnya. “Semua tindak lanjut hasil riset dapat bermanfaat buat pengembangan ekonomi, sosial, dan industri di kawasan transmigrasi”, ujarnya.

Untuk mencapai itu maka sebelum disebar ke 53 kawasan transmigrasi, anggota TEP lebih dahulu diberi pembekalan. “Pembekalan penting agar mereka bisa mengetahui kondisi ekonomi, sosial, budaya politik di masing-masing kawasan”, tuturnya. Masing-masing kawasan disebut mempunyai ciri yang spesifik baik sosiologi, budaya, dan potensi sumber dayanya.

Ditambahkan dengan pembekalan membuat anggota TEP tidak kaget lagi dengan struktur sosial masyarakat di kawasan transmigrasi. Dengan pemahaman yang komprensif membuat mereka mudah berinteraksi dengan pemangku kepentingan baik tokoh adat, agama, budaya, aparat birokrasi setempat, dan stakeholder lainnya. ”Mereka langsung bisa melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi program yang dibawa dengan pemerintahan daerah”, ungkapnya.

Diharap di kawasan transmigrasi anggota TEP memberi inovasi, kreasi, dan proses pembelajaran guna membangun perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang lebih produktif dan mensejahterakan.

Dengan melibatkan para civitas akademika dengan ilmu yang dimiliki diharap pembangunan kawasan transmigrasi menjadi terarah, berkelanjutan, dan bisa diukur target dan tujuannya. “Hasil TEP bisa menjadi rekomendasi program pembangunan selanjutnya”, paparnya.

jumlah pengunjung 21

Related Stories

Tragedi Jalan Pantura Tanjung, Pengendara Motor Tewas Tabrak Mobil Box di Jalan Pantura Tanjung  
  • Uncategorized

Tragedi Jalan Pantura Tanjung, Pengendara Motor Tewas Tabrak Mobil Box di Jalan Pantura Tanjung  

Yankes Keliling Satgas Yonif 123/Rajawali Perkuat Kepercayaan Masyarakat dan Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Selatan
  • Uncategorized

Yankes Keliling Satgas Yonif 123/Rajawali Perkuat Kepercayaan Masyarakat dan Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Selatan

Perjuangan Hak Tanah Ulayat adat Sikabau : Kekompakan Kunci Hadapi Proses Hukum Di pengadilan Negri.  
  • Uncategorized

Perjuangan Hak Tanah Ulayat adat Sikabau : Kekompakan Kunci Hadapi Proses Hukum Di pengadilan Negri.