Pasaman Barat// Lidikkrimsus.co.id.- Tim gabungan Segera setelah selesai membersihkan tunggul pohon pinang yang menyumbat aliran sungai di Kampung Pinariman, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai Selatan, tim gabungan kembali bergerak cepat menanggapi laporan warga mengenai kejadian longsor di sejumlah titik Jalan Lintas Provinsi Sumatera Barat, wilayah Kecamatan Talamau.
Terlihat hadir di Lokasi longsor, Kapolsek Talamau, Fifriki Candra, S.H., M.H. personil Polsek Talamau, Danramil Talu Tuanku Sayutis, S.H., M.H. beserta anggotanya, tim UPTD Wilayah 1 Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Pasaman Barat, PMI Pasaman Barat, Dinas Perhubungan, serta Dinas PUPR Pasaman Barat. Tim bergerak menuju lokasi longsor yang paling parah, tepatnya di Kampuang Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu.

Longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, di mana material berupa tanah bercampur bebatuan turun menutupi seluruh badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas terhenti total dan kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas, membuat para pengendara terjebak dalam kemacetan yang berlangsung cukup lama.
Bekerja sama dengan gotong royong dan dibantu alat berat ekskavator mini, seluruh elemen yang hadir terus berupaya membersihkan tumpukan tanah dan bebatuan dari permukaan jalan. Setelah bekerja keras selama berjam-jam, tepat pukul 23.00 WIB malam, pekerjaan pembersihan dan perbaikan jalan akhirnya tuntas dilakukan.
Kondisi jalan yang sudah bersih seketika membuat ratusan kendaraan yang telah menunggu lebih dari tiga jam akhirnya dapat melintas kembali dengan aman melewati ruas jalan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Talamau kembali mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur Kajai–Talu untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. “Apabila curah hujan turun dengan intensitas tinggi, sebaiknya menunda perjalanan untuk sementara waktu. Kami khawatir masih ada potensi longsor, jalan terban, maupun pohon tumbang di sepanjang rute ini,” tegasnya.
Ia juga secara khusus mengimbau pengemudi kendaraan bermuatan berat untuk mengemudi dengan sangat hati-hati. Hal ini mengingat kondisi jalan di Polongan Enam Nagari Talu yang saat ini semakin genting dengan retakan yang semakin melebar, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang membahayakan keselamatan.
Pada kejadian ini tidak ada dilaporkan korban jiwa dan kerugian materi.***
