Skip to content
17 Juni 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Wamendagri Bima Arya: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kebangkitan Ekonomi Daerah
  • Nasional

Wamendagri Bima Arya: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kebangkitan Ekonomi Daerah

lidikkrimsus 20 Januari 2025

Jakarta, Lidikkrimsus.co.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memacu kebangkitan perekonomian di daerah. Pasalnya, penerapan kebijakan ini akan melibatkan peran berbagai pihak di daerah, seperti pengusaha lokal, vendor, petani, hingga pihak-pihak yang mengurusi ketahanan pangan.

 

Hal ini disampaikan Bima kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (20/1/2025).

 

Menurut Bima, pemerintah daerah (Pemda) memiliki antusiasme tinggi dalam menyambut kebijakan MBG. Bahkan, daerah-daerah dengan kapasitas fiskal kuat, seperti Kabupaten Badung, Bali, memungkinkan pengalokasian anggaran untuk kebijakan tersebut didominasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

“Karena ada beberapa model kemitraan dengan Badan Gizi Nasional, beberapa model, nanti model yang mana, silakan diarahkan ke situ. Karena ujung-ujungnya bukan saja untuk kesehatan dan kesejahteraan, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

 

Dia menambahkan, implementasi program MBG bergantung pada kapasitas fiskal di daerah. Jika daerah tersebut kuat, maka pemerintah pusat mempersilakan agar program direalisasikan melalui anggaran yang bersumber dari APBD. Sebaliknya, apabila daerah tersebut memiliki kapasitas fiskal lemah, maka pemerintah pusat akan membantu pelaksanaan program tersebut melalui skema subsidi.

 

“Karena bagaimanapun, daerah kan juga punya prioritas juga. Daerah kan juga punya kebutuhan pembangunan juga,” imbuhnya.

 

Bima menekankan, pemerintah pusat sangat memahami situasi dan kondisi di daerah. Apalagi sejak semangat otonomi daerah diterapkan oleh Pemda.

 

“Dalam era otonomi daerah ini ada prioritas daerah, ada visi misi kepala daerah yang harus dilakukan sinkronisasi,” tandasnya.

 

Puspen Kemendagri

Red, Antonio

jumlah pengunjung 180

Related Stories

Warga Brebes Apresiasi Ibu Kusmiyanti Juru Parkir Layak Menerima Penghargaan Dan Santunan
  • Brebes
  • Nasional
  • Polda Jateng
  • Polres Brebes

Warga Brebes Apresiasi Ibu Kusmiyanti Juru Parkir Layak Menerima Penghargaan Dan Santunan

Keluarga Besar Media Cyber Lidik Krimsus, Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Dan 1.Suro 1959 Jawa
  • Nasional
  • News Populer

Keluarga Besar Media Cyber Lidik Krimsus, Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Dan 1.Suro 1959 Jawa

Kasihhati : Kerugian Membengkak Setiap Tahun: Dibawah Kepemimpinan Darmawan Prasodjo, PLN Hancur Dijarah Segelintir Orang!!
  • Kejagung RI
  • KPK
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Presiden RI
  • Tips & Tricks

Kasihhati : Kerugian Membengkak Setiap Tahun: Dibawah Kepemimpinan Darmawan Prasodjo, PLN Hancur Dijarah Segelintir Orang!!