Oplus_131072
Brebes //lidikkrimsus.co.id – Keputusan penutupan pintu gerbang utama Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo kabupaten Brebes memicu reaksi kecewa dari masyarakat dan pengunjung. Gerbang yang sudah menjadi ikon dan jalan masuk keluar utama pengunjung selama bertahun-tahun ini dinilai memiliki nilai sejarah serta sangat penting untuk kemudahan akses, terutama bagi penyandang disabilitas.sabtu 6/6/2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pintu gerbang ini sudah lama menjadi jalur utama yang digunakan ribuan pengunjung setiap tahunnya untuk menikmati keindahan dan fasilitas di Waduk Malahayu. Bentuk dan letaknya yang strategis membuatnya dikenal sebagai bagian dari ciri khas tempat wisata tersebut, bahkan dianggap sebagai bagian dari memori kolektif warga sekitar maupun wisatawan yang sering berkunjung.
Mahfudin alias mas jaka menyampaikan aspirasi terkait hal ini mengungkapkan kekhawatirannya. “Pintu gerbang itu legendaris, sudah menjadi jalan masuk keluar pengunjung sejak lama. Kalau ditutup, pengunjung akan kesulitan mencari jalur alternatif. Lebih lagi, jalur ini sudah disesuaikan agar mudah digunakan oleh orang dengan kebutuhan khusus, jadi sangat ramah difabel. Kalau ditutup, berarti kita menurunkan kenyamanan dan kesetaraan akses bagi semua orang,” ujarnya saat berdiskusi di lokasi.
Keluhan ini didukung oleh pendapat warga dan pengunjung lain yang hadir. Mereka menyatakan bahwa selama ini pintu gerbang tersebut berfungsi dengan baik, aman, dan mudah dijangkau. Penutupan gerbang dikhawatirkan akan membuat akses masuk menjadi lebih sempit, lebih jauh, atau bahkan tidak memadai bagi orang yang menggunakan kursi roda, orang tua, maupun anak-anak.
Hingga saat ini, alasan resmi pihak pengelola atau instansi terkait yang merencanakan penutupan pintu gerbang tersebut belum diketahui secara jelas. Warga berharap keputusan ini dapat ditinjau kembali, dengan mempertimbangkan nilai sejarah, kenyamanan, serta hak akses semua kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Waduk Malahayu merupakan salah satu tempat rekreasi yang cukup populer di wilayah ini, yang dikunjungi untuk bersantai, berolahraga, maupun kegiatan wisata lainnya. Keberadaan akses yang baik dan ramah bagi semua orang menjadi salah satu hal yang sangat diharapkan agar tempat ini tetap bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pihak warga berencana akan menyampaikan aspirasi ini secara resmi kepada pengelola dan pemerintah daerah agar dapat mencari solusi terbaik, yang tetap menjaga fungsi dan keberadaan pintu gerbang tersebut sebagai akses utama yang nyaman dan ramah bagi semua pengunjung.( Gofur )
