Skip to content
28 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • Berhasil Ungkap Kasus Dengan Cepat dan Tepat, 15 Polisi Terima Penghargaan
  • Polri

Berhasil Ungkap Kasus Dengan Cepat dan Tepat, 15 Polisi Terima Penghargaan

lidikkrimsus 17 Desember 2024

 

Brebes //lidikkrimsus.co.id – Sebanyak 15 (lima belas) personel Polri menerima penghargaan dari Kapolres Brebes AKBP Achmad Oka Mahendra, Selasa (17/12/2024).

Penyerahan penghargaan itu diberikan atas prestasi beberapa ungkap kasus yang terjadi diwilayah hukum Polres Brebes. Salah satunya adalah ungkap kasus pembunuhan yang ditemukan ditempat Kejadian Perkara (TKP) di aliran sungai Desa Karangjunti Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Sesuai Skep Kapolres Brebes Nomor : KEP/73/XII/2024 ada 11 (sebelas) personel Sat Reskrim Polres Brebes dan 4 (empat) personel Unit Reskrim Polsek Banjarharjo. Selain itu, juga ada 2 (dua) warga atau masyarakat umum yang menerima penghargaan dari Kapolres Brebes. Mereka diberikan penghargaan atas partisipasinya membantu Polisi dalam keberhasilan ungkap kasus.

Adapun 11 personel Sat Reskrim Polres Brebes tersebut diantaranya adalah Aiptu Titok Ambar Pramono bersama anggotanya. Mereka diberikan penghargaan atas kecepatan dan ketepatan dalam ungkap kasus pembunuhan dengan korban Endang Suprapti (51), warga Desa Kadurama, Kacamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan yang ditemukan ditempat Kejadian Perkara (TKP) di aliran sungai Desa Karangjunti Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, yang terjadi pada pertengahan bulan November 2024.

Kemudian, 4 personel Unit Reskrim Polsek Banjarharjo yang diberikan penghargaan atas prestasi dalam ungkap kasus tindak pidana pencurian dan pemberatan (Curat) dengan terasangka Residivis.

Selain Polisi, penghrgaan juga diberikan kepada Edi dan Latif yang merupakan warga Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon atas ketanggapan dan respon cepat melaporkan adanya kasus laka lantas tabrak lari yang terjadi di Jalingkut Brebes pada bulan November 2024.

“Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan pemberian motivasi atas prestasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam penangkapan kasus-kasus menonjol yang terjadi,” kata Kapolres Brebes dalam sambutanya usai penyerahan penghargaan yang dilaksanakan dihalaman Mapolres Brebes.

Kepada personel penerima penghraaan dan seluruh anggotanya, Kapolres Brebes juga berharap untuk terus semangat dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat sehingga citra Polri meningkat dan Polri semakin dicintai rakyat.

Sementara itu, dengan berbagai keterbatasan personel dan wilayah tugas yang sangat luas, Kapolres Brebes menyebutkan apa yang dilakukan oleh Bapak Edi dan Latif dalam membantu tugas Polri patut mendapatkan apresiasi.

AKBP Achmad Oka Mahendra juga berharap kepada mereka berdua dan masyarakat lainya untuk selalu menjadi Mitra Polri dengan memberikan support bantuan maupun informasi terkait adanya hal – hal ataupun yang berkaitan dengan gangguan keamanan.

“Kepada bapak Latif dan Edi, kami atas nama pimpinan Polres Brebes menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas bantuan dalam pengungkapan kasus laka lantas tabrak lari dan berharap untuk selalu menjadi mitra kami,” ungkap AKBP Achmad Oka Mahendra. (**)

jumlah pengunjung 110

Related Stories

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.
  • Berita Terkini
  • Hukum
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Wakil Presiden RI

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka