oplus_34
Nasional, LIDIK KRIMSUS — Kebijakan Pemerintah susah di harapkan. Rakyat kecil menjadi korban. Niat mengais Rezeki. Tetapi buntung uang makan sopir ditelan Dexlite.
Keluhan para sopir Expedisi dirasakan seluruh Indonesia. Atas kelangkaan solar bersubsidi. Rakyat menilai pemerintah pusat kurang cermat dalam memberikan kebijakan. Solar di SPBU seluruh pulau Jawa sangat langka. Beberapa SPBU yang di temui para sopir Expedisi kosong. Sampai menunggu satu hari full pun tidak ada pasokan solar di SPBU wilayah Pantura Jawa barat hingga Jawa tengah. Nasib sopir di pertaruhkan atas tanggungjawab pengiriman barang. Mau tidak mau uang makan sopir buat nambahin biaya BBM jenis Dexlite yang harganya 14.700 perlitrnya. Jadi mau tidak mau sopir menambahkan perliternya 7900. Melebihi 100% tombok biaya BBM. Keluhan para sopir dirasakan oleh keluarga kecilnya. Belum memikirkan biaya makan sehari- harinya untuk makan keluarga dan di tambah biaya sekolah anak-anaknya. Sangat tidak mencukupi. Bahkan tekor dengan keadaan saat ini.
Harapan para sopir Expedisi meminta pemerintahan pusan oleh Presiden RI Prabowo Subianto memohon dengan sangat. Dengarkan keluhan rakyat kecil. Berikanlah kemudahan untuk kerja. Khususnya nasib para sopir-sopir expesisi yang minim ongkos dan uang makanya. Tolong di perlancar pasokan BBM Jenis Solar Bersubsidi. Demikian itu sangat membantu kami rakyat kecil.
Kami mohon perhatianya dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperlancar pekerjaan kami sebagai sopir Expedisi yang sangat besar tanggungjawabnya. Baik tugas antar barang maupun kluarga kami dirumah.
Kami berharap dengan sangat. Mudahkanlah pekerjaan kami sebagai sopir Expedisi pak presiden RI Prabowo Subianto. Supaya anak istri kami dapat hidup sejahtera tanpa menderita.
Sampai kapan pemerintahan seperti ini terus. Sejak orde baru hingga kini sangat sulit untuk kami sebagai rakyat kecil. Tutur keluhan sopir Expedisi via Sumatra – Jawa.
Redaksi, Antonio
