BREBES, Lidik Krimsus – Tawuran antarkelompok remaja di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Minggu (17/5/2026) dini hari memakan korban jiwa. Korban meninggal adalah seorang pelajar SMK berinisial UH (16), warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari.
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Suasana haru menyelimuti ruang pemulasaraan jenazah RSUD Brebes saat keluarga korban menunggu proses otopsi yang dilakukan tim Dokkes Polda Jawa Tengah pada Senin, (18/5/2026) dini hari.
Paman korban, Zainal Arifin berharap, aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tersebut. Ia meminta para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Harapan kami pihak keluarga, para pelaku bisa segera ditangkap sebagai bentuk efek jera agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi di Brebes,” kata Zainal kepada wartawan, Senin (18/6/2026). Korban UH diketahui masih duduk di bangku kelas XI di salah satu SMK swasta di Brebes.
Zainal mengatakan, aksi tawuran yang melibatkan remaja sudah sangat meresahkan masyarakat karena kerap menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia. Ia berharap ada perhatian serius dari semua pihak, mulai dari aparat penegak hukum, sekolah hingga orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan remaja. Dua Remaja Alami Luka Serius Selain menewaskan UH, tawuran tersebut juga mengakibatkan dua remaja lainnya mengalami luka serius. Korban luka IS (20), warga Kecamatan Tanjung, hingga Minggu malam dilaporkan belum sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif di RS Mutiara Bunda.
Sementara MF (19), warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, mengalami luka akibat senjata tajam di bagian punggung dan kini dirawat di IGD RSUD Brebes.
Berdasarkan informasi yang diterima, aksi tawuran terjadi di dua titik berbeda di jalur Pantura Tanjung–Losari. MF yang berboncengan dengan korban UH ditemukan tergeletak di Jalan Raya Tanjung. Sedangkan UH dan IS ditemukan di wilayah Jalan Raya Pantura Losari.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun kelompok yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Dikutip dari compas com. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Red,
