Skip to content
26 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • Kapolres Brebes Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian
  • Brebes
  • Polri

Kapolres Brebes Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

lidikkrimsus 3 Februari 2025

 

Brebes//lidikkeimsus.co.id – Tradisi tasyakuran dan perayaan moment ulang tahun kembali dilaksanakan Polres Brebes Polda Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut digelar dilapangan apel Mapolres Brebes usai kegiatan corp raport kenaikan pangkat pengabdian kepada salah satu personil Polres periode 1 Pebruari 2025, Senin (3/2/2025).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Achmad Oka Mahendra dan diikuti Wakapolres Kompol Dodiawan, para PJU, perwira dan seluruh anggota Polri serta ASN Polres Brebes.

Adapun personil yang menerima kenaikan pangkat pengabdian adalah Ipda Hardiyanto yang dinaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya yaitu, Aiptu. Ipda Hardiyanto sendiri saat ini menjabat sebagai Kanit Provost Polres Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Achmad Oka Mahendra mengungkapkan bahwa kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada personil Polri jelang masa pensiunnya dengan berbagai catatan maupun persyaratan dan penilaian dari institusi sehingga layak untuk mendapatkannya.

“Untuk mendapatkan kenaikan pangkat tentunya ada syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi. Seperti masa dinas, serta tidak ada catatan pelanggaran selama berdinas. Secara administrasi dan persyaratan terpenuhi. Sehingga pada kesempatan ini saya sampaikan selamat atas kenaikan pangkat pengabdian kepada Ipda Hardiyanto,” kata AKBP Achmad Oka Mahendra.

Disebutkan Kapolres, Ipda Hardiyanto sendiri memang pantas dan layak untuk diberikan pangkat pengabdian jelang purna tugasnya. Selama kurang lebih 36 tahun berdinas di Kepolisian yang bersangkutan tidak ada catatan pelanggaran serta memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi.

Dalam kegiatan ini, Kapolres Brebes juga mengajak kepada seluruh personel untuk dapat menauladani Ipda Hardiyanto dan menjadikan sebagai motivasi dalam kebaikan saat berdinas.

“Ini sangat luar biasa dan bisa dicontoh. Setiap perilaku tindakan yang baik bisa ditiru. Saat bertugas tolong pikirkan apa dampak dan resikonya sehingga rekan-rekan bisa tetap selamat dan aman,” lanjutnya.

Sementara itu, kepada anggota yang berulang tahun Kapolres juga menyampaikan selamat. Pihaknya juga berharap bertambahnya usia bisa lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam tugas.

Selamat ulang tahun untuk anggota yang merayakan. Semoga diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan dan umur yang diberikan memberi keberkahan dan kebermanfaatan,” ujar Kapolres Brebes.

Dalam perayaan ulang tahun tersebut, ditandai dengan pemberian ucapan selamat dan dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sekaligus kue ulang tahun serta pemberian cindramata dari Kapolres Brebes kepada seluruh anggota yang berulang tahun.

Perayaan ulang tahun bagi seluruh anggota merupakan program yang telah lama dilaksanakan. Dimana setiap bulan semua anggota yang berulang tahun didata oleh Bag SDM Polres Brebes kemudian merayakan momen ulang tahun bersama-sama sebagai bentuk tali silaturahmi dan rasa persaudaraan solidaritas antar personel Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dijajaran Polres Brebes. (Hms).

jumlah pengunjung 191

Related Stories

Terjun Bebas, Diduga Dua Truk Terjun Bebas Dari Fly Over Kretek Paguyangan Mengalami Rem Blong
  • Brebes
  • Jawa Tengah

Terjun Bebas, Diduga Dua Truk Terjun Bebas Dari Fly Over Kretek Paguyangan Mengalami Rem Blong

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka