Skip to content
28 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Penghujan di Kendal
  • Polri

Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Musim Penghujan di Kendal

lidikkrimsus 9 Desember 2024

 

KENDAL //lidikkrimsus.co.id – Menyambut puncak musim penghujan antara Desember 2024 hingga Februari 2025, yang diprediksi akan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, Polres Kendal menggelar apel gabungan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kendal, Senin (9/12/2024), dengan dihadiri oleh seluruh personel dari Polri, TNI, BPBD Kendal, LPBI PC NU Kendal , Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Kapolres Kendal, AKBP Feria Kurniawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana. “Kita semua harus siap siaga apabila terjadi bencana alam, terutama banjir dan rob yang sering terjadi di wilayah Kendal. Koordinasi antar instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana,” ujar Kapolres.

AKBP Feria menegaskan bahwa meskipun belum ada bencana besar yang terjadi, koordinasi yang baik antar instansi sudah mulai terbangun. Ia memberikan contoh nyata mengenai pentingnya koordinasi, seperti saat hujan deras yang menyebabkan banjir di sekitar rumah dinasnya. “Saya sendiri sudah merasakannya, rumah saya kebanjiran sementara wilayah lain tidak tergenang. Beruntung, ada bantuan dua pompa dari BPBD, yang membuktikan bahwa koordinasi kita berjalan dengan cepat,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan perlunya keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah dan pihak berwenang, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. “Kita harus berkolaborasi dengan masyarakat. Masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi saat terjadi bencana,” tegasnya.

Dalam apel ini, Kapolres juga mengingatkan pentingnya pemetaan tempat-tempat evakuasi dan fasilitas yang akan digunakan selama bencana. “Tempat evakuasi dan logistik untuk pengungsi harus sudah dipersiapkan. Evakuasi harus terencana dengan baik, dan komunikasi antar pihak harus jelas agar saat kejadian, respons kita bisa cepat dan terkoordinasi,” paparnya.

Salah satu hal yang juga ditekankan oleh Kapolres Kendal adalah pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya sistem peringatan dini yang disediakan oleh BPBD dan BMKG.

Dengan adanya peringatan dini, pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak bencana.

“Peringatan dini harus menjadi patokan kita. Jangan sampai ketika bencana datang, kita baru mulai bergerak. Dengan adanya teknologi, kita bisa mendapatkan informasi yang cepat dan tepat. Ini harus dipahami dan disebarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk lebih intensif dalam berkomunikasi dan meningkatkan sinergi, agar dapat saling bahu-membahu dalam menangani bencana. “Keberhasilan penanganan bencana sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara semua pihak. Mari kita tingkatkan komunikasi dan koordinasi agar bencana dapat kita hadapi bersama,” tutupnya.

Apel gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi antar instansi serta masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang meningkat pada puncak musim penghujan tahun ini.( Red )

jumlah pengunjung 154

Related Stories

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.
  • Berita Terkini
  • Hukum
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Wakil Presiden RI

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka