Skip to content
12 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Hadiri Penyerahan Kunci Hunian Rusunawa Pasar Rumput, Mendagri Dorong Pemda Adopsi Program Perumahan Murah DKI
  • Daerah
  • Nasional
  • Polri
  • TNI

Hadiri Penyerahan Kunci Hunian Rusunawa Pasar Rumput, Mendagri Dorong Pemda Adopsi Program Perumahan Murah DKI

lidikkrimsus 28 November 2024

Jakarta, Lidikkrimsus.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk dapat mengadopsi program perumahan murah yang telah berhasil dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. Hal ini disampaikan Mendagri saat menghadiri penyerahan kunci hunian Rusunawa Pasar Rumput di Rumah Susun Pasar Rumput, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Kamis (28/11/2024).

 

“Saya sangat berharap kepada rekan-rekan yang masih menjabat penjabat (Pj.), penjabat kepala daerah, dan kepala-kepala daerah baru, tolonglah buat program-program seperti ini [perumahan murah]. Membuat program pro-rakyat,” ujar Mendagri.

 

Menurutnya, langkah DKI Jakarta dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak untuk merealisasikan program serupa.

 

Mendagri menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, termasuk dalam penyediaan hunian layak. Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah telah memisahkan fungsi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan perumahan.

 

Pada acara tersebut, Mendagri juga memberikan apresiasi kepada Provinsi DKI Jakarta, Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Jaya, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Mereka dinilai telah berhasil menekan biaya sewa hunian menjadi lebih terjangkau.

 

Lebih lanjut, Mendagri menegaskan, program perumahan murah bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga daerah. Ia menyoroti potensi besar Pemda, mengingat hampir separuh anggaran negara berada di tingkat daerah.

 

“Bahwa kalau DKI mampu, masa kita, daerah kita nggak mampu. Kalau nggak mampu, berarti pemimpin yang kita pilih ini perlu kita pertanyakan,” katanya.

 

Mendagri berharap, momentum tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan gelombang besar pembangunan perumahan murah di seluruh negeri. “Semoga program ini, acara ini, mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan akan terjadi gelombang yang lebih besar ke semua daerah,” pungkasnya.

 

Red, Gofur

jumlah pengunjung 206

Related Stories

2.Hari Kobaran Api Kepung 8 Hektar Lahan Hutan Di Karhutla Kalteng
  • Kalimantan
  • Nasional
  • News Populer

2.Hari Kobaran Api Kepung 8 Hektar Lahan Hutan Di Karhutla Kalteng

Polda Jateng Jelaskan Imbauan Terkait Panggilan Kejaksaan
  • Berita Terkini
  • Jawa Tengah
  • Kejari
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Semarang

Polda Jateng Jelaskan Imbauan Terkait Panggilan Kejaksaan

Tokoh Agama Di Indramayu Apresiasi Jawa Barat Tidak Perlu di Ubah Nama, Budaya dan Sejarah Sudah Sangat Kental
  • Budaya
  • Daerah
  • DPR RI
  • Gubernur Jawa Tengah
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Sosial

Tokoh Agama Di Indramayu Apresiasi Jawa Barat Tidak Perlu di Ubah Nama, Budaya dan Sejarah Sudah Sangat Kental