Skip to content
27 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Uncategorized
  • Proyek P3A Senilai Rp 195 Juta di Desa Kedawung Disorot, Diduga Pakai Batu “Setan” dan Kurangi Kualitas  
  • Uncategorized

Proyek P3A Senilai Rp 195 Juta di Desa Kedawung Disorot, Diduga Pakai Batu “Setan” dan Kurangi Kualitas  

Anton Ande 27 Juli 2026

Oplus_131072

 

BREBES //lidikkeimsus.co.id – Proyek pembangunan saluran irigasi dari Program Pengelolaan Air Pertanian (P3A) di Desa Kedawung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, menjadi sorotan tajam masyarakat. Dengan anggaran mencapai Rp 195.000.000, pekerjaan yang dilaksanakan diduga tidak sesuai spesifikasi dan mengorbankan kualitas demi keuntungan.senin 27/7/2026

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek yang dikerjakan oleh rekanan pelaksana P3A Umbul Rezeki ini menggunakan material batu yang tidak layak pakai. Warga setempat menyebut jenis batu yang digunakan sebagai “batu biru” atau dikenal sebagai batu setan, yang diketahui memiliki struktur lunak, mudah hancur, dan tidak memenuhi standar ketahanan untuk konstruksi saluran air.

oplus_34

“Kami sangat kecewa. Anggaran begitu besar, tapi batu yang dipakai kualitasnya rendah. Kalau dipakai batu seperti ini, tidak sampai dua tahun pasti sudah rusak atau longsor kalau terkena arus air deras,” ujar salah satu warga yang memantau langsung lokasi pekerjaan.

Warga menduga kuat adanya upaya pengurangan kualitas material demi memangkas biaya, sehingga keuntungan kontraktor menjadi lebih besar. Selain jenis batu yang dipertanyakan, warga juga mencurigai takaran campuran semen dan pasir tidak sesuai standar, membuat bangunan saluran rawan kerusakan dalam waktu singkat.

Saat ini pekerjaan sudah hampir selesai sehingga pekerjaan tersebut sudah terlihat rapih dan bagus karena sudah tertutup dengan lepahan pasir semen namun masih tersisa batu batu yang belum terpasang batu biru atau batu setan yang tidak berkualitas.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait. Namun, warga berharap instansi berwenang segera melakukan pengecekan dan pengawasan mendalam. Mereka menuntut agar proyek diperbaiki dengan material yang benar-benar berkualitas dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan, demi kepentingan pertanian dan kesejahteraan petani Desa Kedawung.

Pihak terkait diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia dan tidak merugikan masyarakat luas.( Gofur )

jumlah pengunjung 24

Related Stories

Perjuangan Hak Tanah Ulayat adat Sikabau : Kekompakan Kunci Hadapi Proses Hukum Di pengadilan Negri.  
  • Uncategorized

Perjuangan Hak Tanah Ulayat adat Sikabau : Kekompakan Kunci Hadapi Proses Hukum Di pengadilan Negri.  

Semangat Kebersamaan Warnai Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Brebes
  • Uncategorized

Semangat Kebersamaan Warnai Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Brebes

Usai Tangani Banjir, Gabungan Aparat Polsek Talamau dan Instansi Cepat Atasi Longsor di Kampuang Pasanggiang
  • Uncategorized

Usai Tangani Banjir, Gabungan Aparat Polsek Talamau dan Instansi Cepat Atasi Longsor di Kampuang Pasanggiang