Skip to content
27 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • Rela Sisihkan Gaji, Bripka Hamam Di Pekalongan Bantu Guru Ngaji, Tunanetra, Lansia, dan Anak Yatim
  • Daerah
  • Polri

Rela Sisihkan Gaji, Bripka Hamam Di Pekalongan Bantu Guru Ngaji, Tunanetra, Lansia, dan Anak Yatim

lidikkrimsus 27 Januari 2025

Pekalongan, Lidikkrimsus.co.id – Bripka Ahmad Hamam Fanani, anggota Polri yang bertugas di Polres Pekalongan, patut menjadi teladan, di luar tugasnya sebagai aparat keamanan, Bripka Hamam aktif melakukan berbagai kegiatan sosial di desanya, Desa Larikan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

 

Setiap bulan, Bripka Hamam dengan tulus menyisihkan gajinya untuk membantu guru ngaji, tunanetra, lansia, dan anak yatim. Baginya, berbagi dengan sesama adalah wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT.

 

“Saya melakukannya dengan ikhlas dan sukarela. Ini adalah bentuk syukur saya kepada Allah SWT, sekaligus untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ungkapnya, Senin (27/1/2025).

 

Jumlah donasi yang diberikan Bripka Hamam tidaklah kecil. Ia menyisihkan Ratusan Ribu setiap bulannya dari gajinya sebagai anggota Polri. Donasi tersebut diberikan kepada sejumlah penerima manfaat di desanya, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar ratusan ribu rupiah setiap bulannya. Dukungan ini ia salurkan secara langsung, mulai dari guru ngaji hingga anak yatim, dengan harapan dapat meringankan beban hidup mereka.

 

Bripka Hamam menuturkan, inspirasinya berawal ketika melihat seorang guru ngaji di desanya yang hampir berhenti mengajar karena keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut menggerakkan hatinya untuk memberikan dukungan.

 

“Saat itu, Ibu tersebut sempat ingin berhenti mengajar. Saya memintanya untuk tetap melanjutkan, sambil berjanji akan menambahkan dukungan. Ini demi anak-anak di desa agar tetap bisa belajar mengaji dan mendalami ilmu agama,” jelas Bripka Hamam.

 

Ketika di hubungi, ibu yang menjadi guru ngaji tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan Bripka Hamam.

 

“ berkat bantuan Pak Hamam, saya sangat terbantu, beliau sangat peduli, tidak hanya dengan saya, tetapi juga dengan anak-anak di sini. Setiap bulan, beliau membantu dengan jumlah yang sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari. Semoga kebaikannya dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” tutur

 

Tidak hanya membantu guru ngaji, Bripka Hamam juga memberikan bantuan kepada Bapak penyandang tunanetra, juga kepada seorang lansia, serta beberapa anak yatim.

 

Menurut Bripka Hamam, mereka adalah warga yang kurang mampu di Desa Larikan. Lewat aksi sosialnya, ia berharap bisa sedikit meringankan beban mereka sekaligus menginspirasi orang lain untuk lebih peduli terhadap sesama.

 

“ ini sudah berjalan rutin selama Lima tahun, Semoga apa yang saya lakukan ini memberikan manfaat bagi mereka dan menjadi motivasi bagi yang lain untuk ikut membantu. Bersama, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan saling mendukung,” tutupnya.

 

Red, Antonio

jumlah pengunjung 150

Related Stories

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.
  • Berita Terkini
  • Hukum
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Wakil Presiden RI

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka