Skip to content
26 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • Sambangi KWT, Kapolres Metro Tangerang  Dukung Asta Cita Program Swasembada Pangan Presiden RI
  • Polri

Sambangi KWT, Kapolres Metro Tangerang  Dukung Asta Cita Program Swasembada Pangan Presiden RI

lidikkrimsus 8 Januari 2025

TANGERANG, Lidikkrimsus.co.id — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Polres Metro Tangerang Kota gandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) garap lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif.

 

Lahan tersebut dikelola dan diubah menjadi lahan produktif dengan penanaman sayur mayur dan budidaya ikan.

 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho bersama para pejabat utama (PJU) Polres berkesempatan meninjau dan mengecek langsung beberapa lokasi KWT dibawah binaan Polsek jajaran di wilayahnya.

 

Adapun lokasi yang disambangi Kapolres dan jajaran berada di KWT Rosela, ketahanan pangan Polsek Neglasari, Jalan Mandor Dogol, Kelurahan Karanganyar Kecamatan. Neglasari. Ketahanan pangan Polsek Benda, KWT Kampung Mancing Jalan Siswa Raya, Kelurahan Belendung, dan ketahan pangan Polsek Teluknaga, KWT Adidaya PIK 2 Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga.

 

Zain mengatakan, program ketahanan pangan melalui KWT binaan Polsek jajarannya itu sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta bagian dari upaya mendukung Program Asta Cita Presiden RI.

 

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polri untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat melalui program swasembada pangan,” kata Zain dalam keterangan, Rabu (8/1/2025).

 

Ia menilai, KWT dengan binaan Polsek jajaran Polres Metro Tangerang Kota diharapkan dapat  menciptakan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilingkungan.

 

“Contohnya, hasil panen budidaya ikan dan penanaman sayur mayur sebagian besar  disalurkan untuk kegiatan Stunting Posyandu di wilayah hukum Polsek Benda,” ungkapnya.

 

Program ini diharapkan tidak hanya akan memberikan manfaat dalam hal peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam bentuk peningkatan pendapatan dan peluang kerja.

 

“Untuk menghasilkan pangan sayur mayur maupun budaya ikan lele dan nila, perlu dilakukan kerja bakti, menjaga kebersihan dilakukan anggota di masing-masing Polsek,” katanya.

 

Kapolres pun meminta para bhabinkamtibmas bersama dengan Babinsa untuk terus melakukan Koordinasi dengan Camat serta para pengusaha yang ada di Wilayah, terkait Program KWT tersebut.

 

Melalui kegiatan ini, Polri khususnya Polres Metro Tangerang Kota berharap dapat berkontribusi lebih jauh dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Tangerang.

 

“Tentunya, kami (Polri) akan memberikan pendampingan kepada petani agar hasil panen maupun budidaya ikan dapat optimal dan terus berkelanjutan,” pungkasnya. Rudolf-Tim

 

Red, Antonio

jumlah pengunjung 147

Related Stories

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.
  • Berita Terkini
  • Hukum
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Wakil Presiden RI

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka