Oplus_131072
BREBES, Lidikkrimsus.co.id – Melangsir Berita dari Puluhan warga Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggeruduk kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena kesulitan pengurusan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Barcode tersebut dibutuhkan untuk keperluan operasional usaha mereka.

Pantauan ini dilangsir dari media detikBali.com, Kamis (31/7/2025), warga mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 Wita di lantai dua gedung A Kantor Bupati Lombok Tengah. Mereka awalnya datang dengan niat untuk membuat barcode BBM.
Namun, pelayanan barcode sudah tutup karena banyak permohonan yang masih dalam proses. Warga pun diminta untuk kembali.
Warga lantas emosi karena merasa telah dipingpong dari dinas ke dinas lain. Aksi itu sempat membakar berkasnya akibat sulit prosedur pembuatan barcode
Tadi sudah saya ke sana tapi disuruh kesini. Mangkanya kami marah ini. Masak nggak kasihan sama masyarakat seperti kami ini. Imbuhnya.
Hal senada disampaikan Amenah, warga Prayan timur. Iya menyebut hanya menjalankan usaha penggilingan padi sehingga harus menggunakan barcode agar bisa mendapatkan BBM dengan harga murah. Hanya saya, iya dipersulit.
Kalau nggak ada BBM kan nggak bisa kami jalan giling padi. Kalau nggak ada ini kami mau makan apa. Masak nggak kasian sama kami. ” Keluhan Amenah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koprasi dan UMKM Lombok Tengah, Ikhsan, Menegaskan bahwa pengurusan barcode BBM untuk usaha seperti penggilingan padi dan kopi bukan merupakan kewenangan instansinya. Pihaknya hanya menangani barcode untuk palaku usaha bengkel kompresor dan pemandian kendaraan.
“Jadi selebihnya itu kami tidak menangani. Makanya kami persilahkan warga untuk ke dinas terkait agar diberikan penjelasan lebih detail. Tandasnya.
“Sama halnya keluhan para petani dan nelayan di daerah Brebes Jawa tengah. Mengalami kesulitan dalam mengurus barcode BBM bersubsidi. Toso warga desa Pakijangan kecamatan Bulakamba juga mengatakan hal yang sama. Keluhan petani terkait barcode BBM yang di berikan pemerintah tidaklah mencukupi kebutuhan Oprasional diesel pengairan tanaman padinya. Apalagi keadaan kemarau seperti ini pendieselan sedot air dari sungai hampir 24.jam tiap hari. Karna kemarau. Namun sangat sulit mendapatkan BBM Subsidi. Karna sulitnya pelayanan barcode di daerah Brebes ini. Pungkasnya.
