Skip to content
28 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Polri
  • 12 pos disiapkan Polres Semarang dalam pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
  • KPK
  • Polri

12 pos disiapkan Polres Semarang dalam pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

lidikkrimsus 17 Desember 2024

SEMARANG, Lidikkrimsus.co.id – Polres Semarang Polda Jateng Persiapan menghadapi perayaan Natal 2024 dan pergantian tahun baru 2025, Polres Semarang melakukan berbagai persiapan guna melaksanakan pengamanan Natal dan tahun baru.

 

Dipimpin Wakapolres Semarang Kompol Fandy Setiawan SH. SIK. MH., didampingi Kabag Ops Kompol Suwondo SH., dan sejumlah PJU Polres Semarang. Selasa 17 Desember 2024, Rombongan melakukan pengecekan kesiapan dan lokasi pos pengamanan (Pospam) di sejumlah wilayah.

 

Dalam keterangannya disela pengecekan pospam, Kompol Fandy menjelaskan bahwa ada 12 Pos pengamanan yang disiapkan Polres Semarang, dimana 1 pos merupakan pos terpadu yang akan di isi oleh personel gabungan. Baik dari Polres Semarang, Kodim 0714/Salatiga, Pemerintah Kab. Semarang dan Relawan.

“Hari ini kita melaksanakan pengecekan lokasi dan kesiapan Pospam, dimana akan didirikan 11 Pos Pengamanan dan 1 Pos terpadu. Diantaranya di jalur Tol rest area 429, 439, 456 jalur A dan B dan 444 jalur B, serta beberapa tempat wisata diantaranya Kopeng dan Bandungan, serta sejumlah tempat ibadah. Adapun 1 Pos terpadu kami dirikan di Depan terminal Bawen, dengan pertimbangan dilokasi tersebut menjadi titik strategis menjangkau hampir seluruh wilayah Kab. Semarang.” Ungkapnya.

 

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan 381 Personil Polres Semarang disiagakan, baik dalam Satgas maupun pengamanan di pospam. Disinggung kegiatan Ops Lilin Candi 2024, pihaknya menyampaikan bahwa Operasi akan berlaku mulai tanggal 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

 

Menghadapi adanya kekroditan arus baik dijalur utama, Tol maupun lokasi wisata. Pihaknya menegaskan Polres Semarang telah menyiapkan skema dalam mengurai arus, disamping menunggu petunjuk dari Dit Lantas Polda Jateng dalam melakukan tindakan selanjutnya.

 

“Kita menysuaikan VCR (Volume, Capasitor, Rasio), dimana apabila ada penumpukan arus di jalur tol akan dilakukan One Way atau penutupan Rest Area, menunggu instruksi dari Dit Lantas Polda Jateng. Serta kami juga berkoordinasi dengan Polres sekitar, baik Polrestabes Semarang, Polres Salatiga dan Polres Boyolali.” Tambahnya.

 

Diakhir keterangannya, Wakapolres juga menuturkan bahwa Sat Lantas juga menyiagakan Satgas Kamseltibcarlantas. Dimana akan melakukan rekayasa arus, utamanya di jalur memasuki wilayah Kab. Semarang hingga keluar Kab. Semarang.

 

Red, A.Ghofur

jumlah pengunjung 103

Related Stories

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.
  • Berita Terkini
  • Hukum
  • Humas Polri
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Wakil Presiden RI

Lihatlah Bangsaku, Tangisan Seorang Anak Yang Tak Berdosa Ini. Ia Kehilangan Seorang Ayah.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka
  • Internasional
  • Kapolri
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Polri
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Fenomena di Balik Rapuhnya Hukum: Jendela Filsafat Negeri Ini Mulai Terbuka