Skip to content
17 Mei 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
MEDIA CYBER LIDIK KRIMSUS

MEDIA CYBER LIDIK KRIMSUS

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Siswa SD Keracunan MBG: Diduga Makanan Sudah Basi
  • Jakarta
  • Kementrian RI
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri

Siswa SD Keracunan MBG: Diduga Makanan Sudah Basi

lidikkrimsus 24 September 2025

Oplus_131072

Jakarta, LIDIK KRIMSUS – Siswa SD Keracunan MBG: Diduga Makanan Sudah Basi Warga Tiga Desa Gelar Aksi di Depan PT. Minamas Group dan PT. Prakarsa Tani Sejati Tinjau Korban MBG, Wakil Bupati Ketapang : Ini Peristiwa Terakhir Aksi Humanis Aipda Herianta Ginting di Depan SMPN 1 Kuala Store Ponsel Tebing Tinggi Menjangkau Pelayanan Prima

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir mengunjungi siswa SD yang menjadi korban MGB di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

Jakarta, MWT – Kasus 16 siswa SDN 12 Benua Kayong di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga karena menu yang terdiri dari nugget ikan hiu filet saus tomat yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mitra Mandiri 2 sudah basi.

 

“Pemilihan ikan yang jarang dikonsumsi oleh siswa bisa jadi sebagai pemicu kejadian ini,” kata Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi seperti dikutip detikcom, Selasa (23/9).

 

Agus menuturkan menu MBG yang diduga membuat belasan siswa muntah dan sesak napas terdiri dari nasi putih, ikan hiu filet saus tomat, tahu goreng, oseng kol plus wortel dan melon.

 

” Ini terjadi karena kelalaian dari pada Kepala SPPG yang memilih menu yang jarang dikonsumsi oleh siswa,” tegas Agus.

 

Sementara itu, Kepala SDN 12 Benua Kayong Dewi Hardina Febriani menerangkan kronologi siswanya keracunan. Kejadian bermula ketika beberapa siswa mengeluh sakit perut dan muntah-muntah tak lama setelah menyantap menu MBG. Gejala itu terus bertambah hingga jumlah siswa yang terdampak mencapai belasan.

 

“Awalnya hanya beberapa anak yang sakit perut lalu muntah. Tapi makin lama makin banyak, jadi pihak Puskesmas langsung datang ke sekolah. Karena kondisinya ramai, akhirnya anak-anak dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam atas arahan pihak medis,” jelas Dewi.

 

Dewi mengungkapkan ditemukan lauk MBG yakni nugget ikan hiu yang baunya menyengat dan sayur yang berlendir.” Menunya (nugget) ikan hiu, cuma baunya agak menyengat. Sayurnya juga agak berlendir,” ujar Dewi.

 

Menurut Dewi, makanan dibagikan sekitar pukul 09.30 WIB. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala keracunan.

 

Kepala SPPG Dicopot

 

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mitra Mandiri 2 di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalbar, M. Yoga bakal dirumahkan. Ia sudah dinonaktifkan setelah ada 16 siswa SDN 12 Benua Kayong yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

“Untuk sementara SPPG tersebut akan kita berhentikan operasional dan Kepala SPPG akan kita rumahkan,” kata Agus.

 

Informasi terbaru, jumlah siswa SDN 12 Benua Kayong yang keracunan mencapai 20 orang. Mereka mengeluh sesak napas dan muntah-muntah usai menyantap makanan siang program MBG dan masih menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

 

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir meminta pengelola dapur harus bertanggungjawab atas kejadian ini.

 

“Ini yang harus dievaluasi. Pengelola dapur tidak boleh lepas tangan, harus ada pertanggungjawaban. Kita ingin tahu penyebab keracunan ini, apakah karena kurang pengawasan atau faktor lain,” kata Jamhuri.

 

Asri Yani, salah satu orang tua siswa SDN 12 Benua Kayong, mengaku panik setelah mengetahui anaknya muntah di sekolah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

 

“Saya kaget waktu dapat kabar anak saya muntah di sekolah. Sekolah langsung membawa ke rumah sakit. Jujur saya panik dan takut terjadi apa-apa pada anak saya,” ucapnya saat mendampingi sang anak di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

 

Ini bukan kejadian pertama di Kalimantan Barat. Asri pun meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi program MBG, termasuk mengawasi pengelolaan makanan di dapur SPPG.

 

“Kami sebagai orang tua berharap dapur penyedia makanan diawasi ketat. Jangan sampai anak-anak kami jadi korban lagi akibat kelalaian,” tegas Asri. (Dikutip dari CNN Indonesia)

Tim

jumlah pengunjung 165

Related Stories

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH
  • Berita Terkini
  • Internasional
  • Jakarta
  • Keamanan
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Presiden RI
  • TNI

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH

Presiden Prabowo Saksi Pengembalian Aset SDA Rp10,27 Triliun, Total Capai Rp40 Triliun
  • Berita Terkini
  • Jakarta
  • Keamanan
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Presiden RI

Presiden Prabowo Saksi Pengembalian Aset SDA Rp10,27 Triliun, Total Capai Rp40 Triliun

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah
  • Berita Terkini
  • Brebes
  • Internasional
  • Jakarta

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah