Skip to content
26 Juli 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
Media Cyber Lidik Krimsus

Media Cyber Lidik Krimsus

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Aipda Solkhan: Polisi Da’i Dari Polres Kudus yang Mendedikasikan Diri untuk Masyarakat
  • Daerah
  • Jawa Tengah
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Polri
  • Populer
  • Religi
  • Sosial
  • Tips & Tricks
  • Trends

Aipda Solkhan: Polisi Da’i Dari Polres Kudus yang Mendedikasikan Diri untuk Masyarakat

lidikkrimsus 3 Februari 2025

Jateng, LIDIK KRIMSUS – II Polres Kudus Aipda Solkhan dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya sebagai Polisi Da’i. Julukan itu bukan tanpa alasan—sejak 2019, ia aktif berdakwah dari masjid ke masjid, hingga di berbagai acara hajatan warga. Uniknya, dalam setiap ceramahnya, ia selalu mengenakan seragam Kepolisian, menunjukkan bahwa tugas sebagai anggota Polri dapat berjalan seiring dengan syiar agama.

Atas dedikasinya, Aipda Solkhan telah menerima berbagai penghargaan. Penghargaan terbaru ia dapatkan dari Kapolres Kudus pada peringatan Hari Bhayangkara ke-77, sebagai bentuk apresiasi atas perannya sebagai Da’i Kamtibmas dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban.

Dalam Statement nya Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kiprah Aipda Solkhan sebagai Polisi Da’i menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pembina masyarakat.

“Apa yang dilakukan Aipda Solkhan merupakan contoh teladan bagi kita semua. Dengan pendekatan dakwah, ia tidak hanya menyebarkan nilai-nilai agama, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ini adalah bagian dari strategi humanis kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kapolres, Senin (3/1).

Di kalangan rekan sejawatnya, ia akrab disapa “Pak Ustadz.” Di balik kesibukannya bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Jati, Polres Kudus, Aipda Solkhan menjalankan niat mulia: menyebarkan nilai-nilai kebaikan dengan pendekatan religi.

Bakatnya dalam berdakwah mulai tumbuh saat ia mengenyam pendidikan di MTs Negeri Mranggen, Demak. Ketertarikannya terhadap ilmu agama membawanya untuk menimba ilmu lebih dalam di Pondok Pesantren Almakruf Bandungsari Ngaringan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Sebagai anggota Polri, Aipda Solkhan merasa memiliki tanggung jawab lebih besar, bukan hanya dalam hal menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Ia memilih pendekatan dakwah karena percaya bahwa agama dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat.

“Saya melihat bahwa pendekatan religi lebih efektif dalam menarik simpati masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih dekat dengan polisi,” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Namun, perjuangannya tidak selalu mudah. Pada awalnya, banyak yang meragukan kiprahnya karena ia berlatar belakang sebagai polisi. Namun, seiring waktu, ia membuktikan bahwa dakwahnya tidak hanya membawa pesan keagamaan, tetapi juga mengandung imbauan kamtibmas.

“Dalam setiap ceramah, saya selalu menyisipkan pesan-pesan kamtibmas, terutama tentang cinta tanah air dan pencegahan paham radikal. Intinya, dakwah saya harus tetap memberikan edukasi bagi masyarakat,” tuturnya.

Di penghujung perbincangan, Aipda Solkhan berpesan kepada seluruh anggota Polri di Polres Kudus agar selalu menjadi polisi yang santun, ramah, dan siap mengayomi masyarakat.

“Alhamdulillah, banyak yang mendukung dan mengapresiasi. Saya ingin terus belajar agar ceramah saya lebih menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Untuk rekan-rekan Polri, mari kita terus melayani, mengayomi, dan menjadi teladan yang baik di bidang apa pun yang kita tekuni,” pungkasnya.

Red

jumlah pengunjung 156

Related Stories

Diduga Hotman Paris Mundur Jadi Pengacaranya Febrie Ardiansyah Bukan Karena Alasan Kesehatan, Tetapi. Karna Digruduk Netizen.
  • Kejagung
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Sosial

Diduga Hotman Paris Mundur Jadi Pengacaranya Febrie Ardiansyah Bukan Karena Alasan Kesehatan, Tetapi. Karna Digruduk Netizen.

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim
  • Polri
  • Satresnarkoba
  • Sosial

Perang melawan narkoba di Sumatera Utara makin panas. Dalam enam bulan pertama 2026, Polda Sumut mengungkap 3.865 kasus narkoba, menangkap 4.628 tersangka, dan menyita sekitar 5,3 ton narkotika serta 93.990 mililiter narkoba cair. Jumlah sitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan menegaskan, tak ada perlakuan khusus, bahkan jika pelakunya anggota Polri. “Anggota kami yang terlibat juga diproses, bukan hanya kode etik, tapi juga pidana narkoba.” Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menilai Sumut masih menjadi daerah rawan peredaran narkoba sehingga operasi besar seperti ini harus terus diperkuat. Sahroni juga meminta polisi tak hanya menangkap kurir atau pelaku lapangan, tetapi memburu bandar dan jaringan besar yang menjadi otak peredaran narkoba. Pertanyaannya, jika 5,3 ton narkoba berhasil disita hanya dalam enam bulan, seberapa besar sebenarnya jaringan yang masih belum terungkap? Tim

Kejengkelan Warganet Terbayar Terkait Hotman Paris Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya
  • Hukum
  • Internasional
  • Kejagung RI
  • Kriminal
  • Nasional
  • News Populer
  • Presiden RI
  • Sosial
  • Wakil Presiden RI

Kejengkelan Warganet Terbayar Terkait Hotman Paris Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya