Skip to content
7 Mei 2026
  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
MEDIA CYBER LIDIK KRIMSUS

MEDIA CYBER LIDIK KRIMSUS

Akurat Dan Terpercaya Dalam Menginvestigasi

  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • TNI
  • Polri
  • Daerah
  • Brebes
  • Jawa Tengaah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • Jakarta
  • Kriminal
  • Lembaga
  • Kejagung RI
  • Kementrian RI
  • KPK
  • News Populer
  • Populer
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Music
  • Kalimantan
  • Keamanan
  • Model
  • Kesehatan
  • Sejarah
  • Sosial
  • Religi
  • Trends
  • Tips & Tricks
  • Puncak Jaya
  • Papua
  • Box Redaksi
  • Media Cyber
  • Uncategorized
LIDIK KRIMSUS TERUPDATE
  • Home
  • Nasional
  • Ki.Ageng Jaka Bhuawa, Melangsir Babat Tanah Pasundan Sebelum Era Kerajaan Padjadjaran, Pentingnya Nguri – Uri Budaya Sejarah Nusantara
  • Brebes
  • Gubernur Jawa Barat
  • Internasional
  • Jawa Barat
  • Lembaga
  • Nasional
  • News Populer
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Presiden RI
  • Sejarah
  • Wisata

Ki.Ageng Jaka Bhuawa, Melangsir Babat Tanah Pasundan Sebelum Era Kerajaan Padjadjaran, Pentingnya Nguri – Uri Budaya Sejarah Nusantara

lidikkrimsus 20 Juli 2025

Karawang, Lidikkrimsus.co.id – Candi Jiwa terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Secara administratif candi terletak di dua wilayah, yaitu Desa Segaran dan Desa Telagajaya serta Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya.

Situs Batujaya 1 atau Candi Jiwa, Karawang menyimpan cerita kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Cagar budaya ini pun diyakini sebagai candi tertua yang berada di Indonesia karena dibangun antara abad ke 6 dan ke 7 Masehi.

Dilansir dari Nationalgeographic, situs percandian Batujaya ini berjarak kurang dari 1 kilometer di sebelah timur aliran Sungai Citarum. Luas kompleksnya mencapai 5 kilometer persegi atau 500 hektare.

Kompleks ini pertama kali diteliti oleh tim jurusan arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1985. Dari proses ekskavasi itu, ditemukan 30 situs candi dan juga tempat pemujaan, salah satunya adalah Candi Jiwa serta Candi Blandongan.

Puluhan candi itu terletak dalam satu kompleks percandian bernama Batujaya. Candi-candi itu diyakini lebih tua dari Candi Gedong Songo di Semarang, Jawa Tengah. Diperkirakan Gedong Songo diperkirakan dibuat oleh Wangsa Syailendra pada tahun 927 Masehi.

Candi Jiwa

Keberadaan kompleks candi yang berada di dekat Sungai Citarum ini memberikan bukti bahwa Indonesia dilahirkan lewat rahim orang-orang berbekal teknologi tinggi. Misalnya ditemukan tinggalan budaya Buni yang berasal dari awal Masehi hingga tahun 500.

Beberapa candi seperti Candi Blandongan diperkirakan dibangun dalam dua fase atau dengan kata lain sempat direvitalisasi. Pembangunan fase pertama diperkirakan sekitar abad 6 sampai 7 dan fase kedua sekitar 8 sampai 10.

Oplus_131072

Pendapat ini didasari oleh warna bata agak kontras: bata pembangunan fase pertama berwarna lebih gelap dari bata pembangunan fase kedua. Percandian Batujaya disebut merupakan masa transisi dari masa prasejarah ke Hindu-Buddha.

Para peneliti atau arkeolog, situs yang telah berulang kali di ekskavasi itu juga masih menyimpan banyak misteri. Seperti kenapa Candi Serut berbentuk miring atau kenapa ada lubang-lubang menyerupai penyangga tiang di Candi Blandongan?

Pada musim hujan, beberapa candi dan unur di Batujaya terendam air. Unur merupakan bukit-bukit sinusoidal dengan struktur menyerupai percandian, atau bagian dari percandian. Bahkan Situs Sumur sepenuhnya tenggelam, tak satu bongkah pun tersembul.

“Kalau tidak terendam air, akan terlihat ruang-ruang kosong di tengah Candi Serut ini, lalu ada penahan kayu memanjang. Lalu, ada seperti pagar bergelombang, sekat-sekat yang mungkin untuk ruang-ruang biksu karena candi ini, kan untuk peribadatan. Sekeliling candi ini masih terus digali untuk mengetahui luas seluruhnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)


Dan Ki.Ageng Jaka Bhuwana Menjelaskan kembali terkait sejarah peradaban Jawa Kuno.

Babad Tanah Jawa Barat pada abad ke-6 masehi, khususnya yang berkaitan dengan masa kuno, merujuk pada keberadaan Kerajaan Tarumanagara. Tarumanagara merupakan kerajaan Hindu tertua yang diketahui di wilayah Jawa Barat, dengan prasasti-prasasti yang menjadi bukti sejarahnya, ditulis dalam aksara dan bahasa Sanskerta.
Penjelasan Lebih Lanjut:
Kerajaan Tarumanagara:
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi, dengan wilayah yang meliputi sebagian besar Jawa Barat saat ini.
Prasasti-prasasti:
Prasasti-prasasti peninggalan Tarumanagara, seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Tugu, dan Prasasti Kebon Kopi, menjadi sumber utama informasi tentang kerajaan ini. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam aksara Palawa dan bahasa Sanskerta, dan sebagian besar menceritakan tentang raja-raja Tarumanagara, terutama Raja Purnawarman.
Kehidupan Masyarakat:
Masyarakat Tarumanagara sudah mengenal sistem pertanian, perdagangan, dan memiliki kepercayaan Hindu. Bukti-bukti arkeologi menunjukkan adanya aktivitas pertanian yang maju, serta hubungan dagang dengan wilayah lain.
Akhir Kerajaan:
Kerajaan Tarumanagara diperkirakan mengalami kemunduran dan akhirnya digantikan oleh kerajaan lain, salah satunya adalah Kerajaan Sunda (Pajajaran), yang juga berpusat di wilayah Jawa Barat.
Babad Tanah Jawa:
Meskipun Babad Tanah Jawa lebih banyak berfokus pada sejarah raja-raja Jawa secara umum, beberapa versi babad juga menyinggung tentang kerajaan-kerajaan awal di Jawa Barat, termasuk Tarumanagara dan Pajajaran. Namun, perlu diingat bahwa babad merupakan karya sastra tradisional yang mengandung unsur mitos dan legenda, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk memverifikasi keakuratan informasinya.
Secara keseluruhan, abad ke-6 Masehi di Jawa Barat adalah masa penting yang ditandai dengan keberadaan Kerajaan Tarumanagara, sebuah kerajaan Hindu yang meninggalkan jejak sejarah yang kaya melalui prasasti-prasasti peninggalannya. Tutupnya,.

Redaksi.

jumlah pengunjung 939

Related Stories

Komitmen Lindungi Warga, Pemkab Brebes Percepat Pengendalian Banjir Sungai Babakan
  • Berita Terkini
  • Brebes

Komitmen Lindungi Warga, Pemkab Brebes Percepat Pengendalian Banjir Sungai Babakan

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah
  • Berita Terkini
  • Brebes
  • Internasional
  • Jakarta

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 8 Asal Brebes Meninggal Dunia di Madinah

Pangkalan TNI AL Pastikan Lahan Untuk Ketahanan Pangan Nasional Kedelai Kondusif & Siap Amankan 
  • Berita Terkini
  • Daerah
  • Jawa Barat
  • Tips & Tricks
  • TNI

Pangkalan TNI AL Pastikan Lahan Untuk Ketahanan Pangan Nasional Kedelai Kondusif & Siap Amankan