WASHINGTON D.C. LIDIK KRIMSUS – Stabilitas keamanan global kembali memanas seiring dengan berakhirnya masa gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa pertempuran dapat meletus kembali jika tidak ada kesepakatan baru yang konkret dalam waktu dekat.
​Demi menjaga asa perdamaian, delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat telah bertolak ke Pakistan untuk melangsungkan negosiasi putaran kedua dengan perwakilan Teheran. Namun, dalam keterangannya kepada media, Trump menegaskan sikap kerasnya untuk tidak berkompromi dengan poin-poin yang merugikan kepentingan nasional AS.
​”Saya tidak akan terburu-buru menandatangani kesepakatan yang buruk. Sangat kecil kemungkinan kami akan memperpanjang gencatan senjata jika perundingan di Pakistan ini berakhir buntu,” tegas Trump.
​Blokade Selat Hormuz Tetap Berlaku
​Di sisi lain, Washington tetap mempertahankan tekanan ekonomi maksimum terhadap Iran. Trump memastikan bahwa blokade pelabuhan di Selat Hormuz tidak akan dicabut sedikit pun hingga kesepakatan damai final tercapai.
​Dalam pernyataannya pada Selasa (21/4/2026), Trump mengeklaim bahwa strategi blokade tersebut telah melumpuhkan denyut nadi ekonomi Teheran. “Blokade ini telah memberikan pukulan telak. Perekonomian mereka hancur dengan estimasi kerugian mencapai 500 juta dolar AS per hari,” tambahnya.
​Kini, perhatian dunia tertuju pada meja perundingan di Pakistan. Kegagalan dalam diplomasi ini dikhawatirkan akan memicu eskalasi militer terbuka di kawasan Teluk yang dapat mengganggu stabilitas energi global. (*)
Dikutip Sumber FB Info Dunia Militer – Narasumber Utama: Donald Trump (Presiden Amerika Serikat).
