JAKARTA,Lidikkrimsus.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara membantah keras tudingan yang mengaitkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan kelompok yang disebut sebagai “Geng Solo” dalam dugaan skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Pihak PSI menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk fitnah kejam.
Menurut PSI, penyebaran isu liar semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta mengganggu stabilitas politik nasional yang tengah kondusif.
“Tuduhan yang menyeret nama Pak Jokowi dan istilah ‘Geng Solo’ dalam isu penyadapan Presiden Prabowo adalah fitnah kejam yang tidak berdasar.
Isu seperti ini sengaja diembuskan untuk mengadu domba dan merusak stabilitas politik nasional,” tulis perwakilan PSI dalam keterangan resminya.
Merespons serius beredarnya kabar tersebut, PSI mendesak aparat penegak hukum dan lembaga intelijen negara—mulai dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI—untuk segera turun tangan.
PSI meminta agar pihak berwenang mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan tersebut secara transparan dan profesional, sekaligus menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan informasi bohong (hoaks) demi menjaga kondusivitas negara.
Redaksi. An.
